HARGA BERAS MEROKET : Harga Beras PNS Naik Jadi Rp9.600 Per Kilogram

06 Maret 2015 22:20 WIB Kulonprogo Share :

Harga beras meroket, terutama untuk beras PNS naik Rp1.000. 

Harianjogja.com, KULONPROGO – Gabungan kelompok tani di Kulonprogo sepakat menaikkan harga beras untuk pegawai negeri sipil di bulan Maret ini. Harga beras untuk jajaran pegawai di lingkungan pemerintah kabupaten ini naik dari Rp8.600 menjadi Rp9.600 per kilogram.

Ketua Asosiasi Gapoktan Kulonprogo Margiono mengatakan, kenaikan harga beras untuk pegawai negeri dipicu karena kekosongan pasokan beras dari kelompok tani.

“Sudah dua bulan ini kami kesulitan mendapatkan barang dari panen, apalagi belum masuk masa panen,” ujar Margiono kepada wartawan saat ditemui di penggilingan padi dan pengemasan beras di Desa Sogan, Wates, Kamis (5/3/2015).

Margiono mengungkapkan stok beras di tingkat petani di wilayah Kulonprogo mulai habis. Masa panen padi juga baru dimulai bulan Maret ini. Di samping itu, kata Margiono, keputusan kebijakan program penyaluran beras untuk warga miskin yang terlambat juga turut memengaruhi kondisi tersebut.

“Raskin yang semestinya awal Januari sudah dapat didistribusikan, malah baru disalurkan Februari. Hal itu sangat berpengaruh juga terhadap pasokan beras yang ada di petani,” ungkap Margiono.

Akibat kondisi tersebut, Margiono mengatakan, gapoktan sepakat menaikkan harga beras dari yang semula Rp8.600 menjadi Rp9.600 per kilo gram. Dia menambahkan, harga beras untuk PNS di tahun ini merupakan harga tertinggi. Namun, jika dibandingkan dengan harga di pasaran, harga tersebut masih lebih murah. Harga beras jenis yang sama yakni C64 super, di pasaran di lepas dengan harga lebih dari Rp10.000.

“Harga tersebut hanya berlaku pada bulan ini saja. Bulan depan [April] harga beras tersebut sudah kembali normal, apalagi saat ini sudah mulai panen raya,” papar Margiono.

Sementara itu, Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian dan Kehutanan (KP4K) Kulonprogo Maman Sugiri membenarkan, kenaikan harga beras untuk PNS telah disepakati gapoktan di Kulonprogo. Kondisi pasokan yang ada mengakibatkan perubahan harga yang cukup signifikan. Harga gabah yang tinggi berdampak pada harga jual beras, sehingga perlu penyesuaian harga agar petani tidak rugi.

“Kami sudah komunikasikan perubahan harga ini ke konsumen, yakni PNS di lingkungan pemerintah Kulonprogo,” jelas Maman.

Berdasarkan surat pemberitahuan dari KP4K yang disampaikan kepada seluruh PNS Kulonprogo, perubahan harga beras tersebut disesuaikan dengan perubahan harga gabah kering giling. Harga gabah kering giling sebelumnya Rp5.200 per kilogram, naik menjadi Rp5.800 per kilogram. Dalam kemasan isi lima kilogram, harga per kemasan dilego dari harga Rp43.000 menjadi Rp47.500 per kilogram. Sedangkan, untuk wilayah Samigaluh dan Kokap ditambah dengan ongkos kirim yakni Rp100 per kilogram.

Gunawan, salah satu pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Kulonprogo mengaku, kenaikan harga beras cukup memberatkan. Dampak kenaikan harga beras itu dirasa berat bagi pegawai dengan golongan gaji yang rendah. Pasalnya, paling tidak satu bulan kebutuhan beras yang harus dipenuhi dua kantong.

“Bagi saya kenaikan harga beras itu memberatkan. Beban kebutuhan rumah tangga menjadi semakin berat, karena selain beras, harga bahan bakar seperti gas elpiji dan bensin juga naik,” imbuh Gunawan.