HARGA BERAS : Penjual Beras Ingin Beli ke Petani, Tapi Petani Enggan Jual

Tarti, pedagang beras di Pasar Gading, Solo, Jawa Tengah melayani pembeli di kiosnya, Selasa (3/3/2015). Saat ini, harga beras mulai beranjak turun Rp200/kg hingga Rp500/kg. Harga kebutuhan pokok itu diperkirakan akan terus turun pada pertengahan bulan Maret 2015 ini seiring dengan datangnya masa panen raya. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI - Solopos)
08 Maret 2015 23:20 WIB Kusnul Isti Qomah Gunungkidul Share :

Harga beras yang melambung membuat pedagang di pasar ingin mendapatkan beras langsung dari petani, namun para petani enggan menjual berasnya

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Penjual kelontong ingin menyiasati kenaikan harga beras dengan membeli langsung dari petani. Namun, tidak semua petani bersedia menjual beras yang dimiliki.

Susi, salah satu pedagang kelontong di Wonosari mengungkapkan, kadang ia mencari hingga Kecamatan Playen.

“Dari petani bisa dapat Rp9.000 setiap kilogram. Bisa dapat lebih murah. Semoga harga beras kembali turun,” ujar dia, Minggu (8/3/2015).

Sementara, fenomena kenaikan harga beras jutsru membuat petani enggan menjual padi hasil panen. Kepala Desa Kepek, Kecamatan Wonosari Bambang Setyawan Budi Santoso mengungkapkan, ia berkeliling ke kelompok tani yang ada di Kepek.

“Rata-rata mereka enggan menjual gabahnya. Padahal harga beras sedang bagus,” ungkap dia.

Meskipun petani tengah panen raya, menurut dia, petani lebih memilih untuk mengkonsumsi sendiri hasil panen tersebut. Pasalnya, petani lebih bisa menghemat karena tidak perlu membeli beras yang mahal di pasaran. Selain itu, harga beli dari petani juga rendah.