Benda Cagar Budaya Jadi Sasaran Vandalisme, Apa Tindakan Disparbud?

HArianJOgja/Gigih M. HanafiAnggota Sat Pol PP kota Jogja melakukan bakti sosial membersihkan coretan-coretan di kawasan Jembatan Kleringan, Jogja, Minggu (8 - 3). Patugas gabungan dari Kodim 0734 Jogja, Sat Linmas JOgja ikut melakukan bakti sosial tersebut dengan rute dari Tugu Jogja menuju kawasan Titik Nol Kilometer.
09 Maret 2015 14:40 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Benda cagar budaya di Jogja jadi sasaran aksi vandalisme, sehingga Disparbud akan melakukan sejumlah tindakan

Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) merencanakan untuk mempercantik sejumlah benda cagar budaya (BCB) di Kota Jogja.

Kepala Disparbud Kota Jogja, Eko Suryo Maharsono menyampaikan, titik-titik tersebut ada di depan Pasar Kotagede, antara lain monumen peninggalan Paku Buwono X, monumen peninggalan jumenengan Hamengku Buwono IX, Gardu S. Petojo di antara Sitisewu dan Mangkubumi, serta gardu listrik di depan pasar juga akan diperbaiki. Titik lainnya, masih dalam pengkajian.

Upaya tersebut merupakan salah satu dari tanggung jawab yang dimiliki Disparbud dalam hal perawatan beteng, plengkung, bangunan heritage serta BCB yang berupa fasilitas umum lainnya.

Namun, ia belum dapat menyebutkan jumlah anggaran yang akan dikeluarkan untuk rencana tersebut, karena masih dalam tahap pengkajian.

Pihaknya mencatat ada 463 BCB di Kota Jogja. Apabila ada anggota masyarakat yang ingin mengajukan bangunan yang dimilikinya sebagai BCB bisa lewat Disparbud Kota Jogja.

"Untuk rumah milik masyarakat yang telah tercatat sebagai BCB, apabila terjadi kerusakan dan ingin minta diperbaiki oleh Pemkot Jogja, bisa mengajukan proposal ke sini [Disparbud]. Nanti akan kami evaluasi terlebih dahulu sebelum diputuskan akan diperbaiki atau tidak," lanjutnya.

Disinggung mengenaihttp://jogja.solopos.com/baca/2015/03/09/vandalisme-di-jogja-wisatawan-keluhkan-vandalisme-di-taman-sari-583217" target="_blank"> vandalisme yang terjadi pada BCB, Eko menyatakan bahwa Disparbud terus melakukan monitoring.

"Kalau ada yang kena coretan, langsung kami bersihkan segera. Kalau ada yang rusak, kami coba perbaiki," pungkasnya.