Tokoh Bantul, Agus Wiyarto Hembuskan Napas Terakhir di Sardjito

10 Maret 2015 10:40 WIB Bantul Share :

Tokoh Bantul Agus Wiyarto meninggal dunia Senin (9/3/2015)

Harianjogja.com, BANTUL—Mantan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama di Bantul menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Pemerintah Dr.Sardjito setelah beberapa hari menjalani perawatan karena sakit jantung.

Almarhum mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 15.00 WIB, Senin (9/3/2015). Jenasah almarhum akan dimakamkan di Kecamatan Pakem, Sleman, Selasa (10/3/2015), dengan pemberangkatan dari rumah duka di Perum Karangjati Indah I-A Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan pukul 13.00 WIB.

Sahabat almarhum, yang juga politikus PKB Bantul, Aslam Ridlo, mengaku turut kehilangan sosok senior yang akrab dipanggil AW itu. “Sudah sepekan ini beliau [AW] dirawat di Sardjito. Dia salah satu tokoh NU dan teladan di PKB,” ucapnya, Senin (9/3/2015).

Kader Muslimat Piyungan, yang juga politikus PKB di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bantul, Nurlaili Maharani, menyatakan sosok AW merupakan senior. AW merupakan sabahat ayahnya, Heri Kuswanto, pemilik pondok pesantren Lintang Songo di Desa Sitimulyo.

“Semoga khusnul qotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Rani sebelum menuju rumah duka bersama keluarga.

Ketua Pengurus Cabang NU Bantul Yasmuri menambahkan berpulangnya AW membuat seluruh umat NU merasa kehilangan. Bagi kader NU, AW dikenal dekat dengan masyarakat dan memberikan teladan kelebihan dalam bidang loby dan komunikasi.

“Agus Wiyarto pribadi supel dan gigih. Konsisten memperjuangkan ajaran Islam dan ahli sunah wal jamaah. Dia dikenal sebagai sosok yang pluralis juga,” paparnya.

Alhmarhum meninggalkan seorang isti bernama Endra Wahyu Dayati dan empat anak, yakni Kinanti Sekarsari, Laras Amyati Kusumastuti, Fadhila Adqiras dan Muhammad Adlan serta satu cucu, Ardan Aris Baskoro.