KASUS MENYINGKIRKAN KAYU DIBUI : Koin untuk Mbah Harso Terkumpul Rp1,1 juta

Sejumlah aktivis melakukan orasi di depan Bundaran Pemkab Gunungkidul. Mereka meminta agar terdakwa Mbah Harso dibebaskan dari segala tuduhan. Selasa (3/2/2015) (JIBI/Harian Jogja - Polres Gunungkidul)
12 Maret 2015 17:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Kasus menyingkirkan kayu dibui berujung pada gerakan simpati. Sejumlah orang menyatakan empatinya dengan mengumpulkan koin.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Gerakan simpati terhadap Harso Taruno (Mbah Harso), 67, terdakwa kasus perusakan hutan konservasi di Hutan Paliyan tak hanya diwujudkan dalam aksi demo. Sejumlah sukarelawan dari Ikatan Anak Rantau Gunungkidul (Ika Ragil) mengumpulkan koin untuk membayar denda sesuai tuntutan Jaksa Penuntut Umum. (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2014/10/22/gara-gara-menyingkirkan-kayu-petani-ini-dibui-546293">Gara-gara Menyingkirkan Kayu, Petani Ini Dibui).

Aksi ini sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. Beberapa sukarelawan mengumpulkan dari anggota Ika Ragil yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Hasilnya saat ini sudah terkumpul uang Rp1,1 juta.

Rencananya, uang tersebut akan digunakan untuk membayar denda Rp400.000, jika majelis hakim memutuskan bersalah dan diharuskan membayar denda. Selain itu, dari uang tersebut akan diberikan ayam kampung agar dipelihara Mbah Harso.

“Selain memberikan bantuan hukum, kami juga melakukan aksi pengumpulan dana. Teman-teman di Jakarta, Tangerang, Semarang sudah memulai aksi ini, hasilnya terkumpul Rp1,1 juta,” kata Penasehat Hukum Harso Taruno kepada wartawan, Rabu (11/3/2015).

Dia menegaskan, uang yang terkumpul tidak akan diberikan semua. Sebab, bantuan uang akan diberikan sesuai dengan denda yang diiputuskan majelis hakim.

“Untuk besaran uang yang diberikan, kami masih menunggu putusan sidang yang rencananya dibacakan Selasa pekan depan. Kami juga akan memberikan sepasang ayam untuk dipelihara, dengan maksud untuk dipelihara dan hasilnya bisa digunakan dalam memenuhi kebutuhan hidup,” ungkapnya.

Aksi simpatik dengan menggalang koin untuk Mbah Harso juga akan dilakukan Aktivis Jejaring Rakyat Mandiri (Jerami) Rino Caroko. Rencananya pengumpulan ini baru dilaksanakan sebelum pembacaan putusan sidang pada Selasa (17/3/2015) mendatang.

Rino mengaku ikut melakukan penggalangan koin untuk Mbah Harso. Rencananya, penggalangan koin akan
dilakukan saat sidang putusan yang akan digelar pada Selasa ( 17/3/2015) mendatang.

“Ini sebagai aksi simpatik untuk Mbah Harso. Selain itu, kami juga akan melakukan orasi, tepatnya sebelum putusan dibacakan hakim,” katanya.

Menurut dia, apa yang menimpa Mbah Harso tidak harus sampai ke pengadilan. Sebab, hal ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Apa yang menimpa Mbah Harso merupakan bentuk kriminalisasi petani. Ibaratnya, hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” ungkapnya. (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2015/02/11/kasus-menyingkirkan-kayu-dibui-dengar-tuntutan-jaksa-ini-reaksi-mbah-harso-575934">KASUS MENYINGKIRKAN KAYU DIBUI : Dengar Tuntutan Jaksa, Ini Reaksi Mbah Harso)