Penambang Pasir Kulonprogo Tak Hadiri Pertemuan dengan Petambak Udang, Ini Alasannya

13 Maret 2015 05:20 WIB Kulonprogo Share :

Penambang pasir di sungai Progo tidak menghadiri pertemuan di kantor kecamatan Galur

Harianjogja.com,KULONPROGO-Warga penambang pasir Sungai Progo di Desa Banaran, Kecamatan Galur yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Muara Progo tidak hadir dalam pertemuan di Kantor Camat Galur, Rabu (11/3/2015) sore.

Pasalnya, mereka menghindari bentrok dengan warga yang bekerja sebagai petambak udang.

Informasi yang beredar pertemuan tersebut menjadi pertemuan lanjutan yang membahas persoalan petambak udang dengan penambang pasir sekaligus membekukan aktivitas penambang pasir Sungai Progo di wilayah tersebut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, penambang pasir tetap akan melakukan penambangan manual, sekalipun hal ini bertolakbelakang dengan hasil pertemuan antara penambang pasir, petambak udang, dan tokoh masyarakat di aula Balai Desa Banaran, Jumat (13/2/2015), yang menyepakati aktivitas penambangan tidak diizinkan sampai surat izin penambangan diterbitkan.

Ketua KUBE Muara Progo Sumanto membenarkan penambang pasir membatalkan niat untuk datang. Alasannya, mereka sudah tidak lagi menambang pasir di Sungai Progo sejak jalan menuju arela dipatok oleh warga seminggu lalu.

“Saat itu juga sudah tidak ada aktivitas penambangan pasir,” tuturnya, Kamis (12/3/2015).

Oleh karena itu, kata dia, undangan tidak dihadiri pun tidak masalah sebab sudah tidak ada lagi yang perlu dibahas. Terlebih, warga dan petambak udang sudah berkumpul di Kantor Camat Galur dan supaya tidak terjadi keributan dengan warga maka KUBE Muara Progo memutuskan tidak memenuhi undangan.

“Sampai sekarang belum ada panggilan lagi dari pemberi undangan [Kecamatan Galur],” ungkap Sumanto.

Kepala Satpol PP Kulonprogo Duana Heru mengatakan alasan ketidakhadiran KUBE Muara Progo tidak diketahui secara pasti.