KOIN UNTUK AUSTRALIA : Begini Pernyataan Sikap PNS Kecamatan Wates dan Pedagang Pasar

Sikap Pemerintah Australia yang mati-matian membela warganya yang terancam hukuman mati gara-gara meracuni bangsa Indonesia dengan narkotika menuai reaksi keras warga Indonesia. Lebih-lebih setelah Perdana Menteri Tony Abbot mengungkit-ungkit bantuan Australia dalam bencana tsunami Aceh tahun 2004 silam. Sebagian elemen bangsa Indonesia menggagas gerakan Koin untuk Australia. (JIBI/Solopos/Antara - Akbar Nugroho Gumay)
13 Maret 2015 13:20 WIB Kulonprogo Share :

Koin untuk Australia 'menjalar' hingga ke Wates.

Harianjogja.com, KULONPROGO- Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kecamatan Wates bersama dengan paguyuban pedagang dan petugas parkir Pasar Bendungan menuntut hukuman mati untuk terpidana mati warga negara Australia Myuran Sukumaran dan Andrew Chan. Aksi tersebut dilakukan dengan mengumpulkan koin untuk Australia dan serta mendeklarasikan pernyataan sikap PNS Kecamatan Wates  yang merasa terhina dengan pernyataan Perdana Menteri Australia Tonny Abbott di depan Kantor Camat Wates, Kamis (12/3/2015).

Para PNS sudah berkumpul di depan halaman kantor yang berbatasan dengan sisi belakang Pasar Bendungan. Warga yang melintas memberikan sumbangan ke meja yang sudah disediakan. Meja tersebut dibuka sampai siang hari.

Sementara, dalam pernyataan sikap yang dideklarasikan berisi PNS Wates sebagai bangsa Indonesia merasa terhina dengan pernyataan PM Australia yang menyudutkan pemerintahan Indonesia, mendukung pemberantasan narkoba yang telah menelan banyak korban di Indonesia, serta mendukung hukuman mati bagi terpidana yang divonis mati karena kasus narkoba.

Koordinator aksi Made Arsa Wijaya mengatakan aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes karena PM Autsralia sudah mengungkit-ungkit bantuan yang diberikan kepada Indonesia saat bencana Tsunami. Ironisnya, bantuan tersebut diungkit saat dua warga negara Australia yang divonis hukuman mati karena telibat dalam peredaran narkoba di Indonesia.

“Kami terhina dengan cara seperti itu, karena mengintervensi negara lain,” tuturnya.

Melalui aksi ini juga menggugah kesadaran masyarakat yang belum mengetahui kejadian tersebut. Rencananya, uang hasil pengumpulan koin akan dikirim dan terlebih dulu menjalin komunikasi dengan pihak terkait.

Camat Wates Ariyadi menegaskan aksi ini dilakukan untuk mengingatkan kepada banyak orang, Indonesia bangsa yang besar dan jangan ada satu pun negara atau kelompok yang berniat untuk mengusik kedaulatan.

“Kami mengutuk keras pemerintah Australia yang mencampuri kedaulatan hukum pemerintah RI dan mengajak seluruh warga negara manapun yang mencoba intervensi,” ungkapnya.

Saptorini, 35, pedagang Pasar Bendungan, merasa terharu dengan aksi yang dilakukan PNS sehingga tergerak untuk berpartisipasi. Secara pribadi, ia mendukung hukuman mati bagi terpidana mati kasus narkoba.

“Narkoba harus diberantas dan cara pemerintah sekarang sangat saya dukung,” tandasnya.