KEKERASAN ANAK : Ini Dampak yang Mungkin Dialami Korban

Ilustrasi korban pelecehan seksual (JIBI/Solopos - Dok.)
16 Maret 2015 05:20 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Kekerasan anak, puluhan anak di Bantul jadi korban kejahatan seksual. Guna memulihkan, pendampingan perlu diberikan kepada korban dan keluarga.

Harianjogja.com, BANTUL- Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Arum Dalu Kabupaten Bantul terus melakukan pendampingan secara psikologis dan hukum untuk memulihkan korban.

"Orang tua korban juga mendapat penguatan psikologi untuk membantu anaknya pulih," ujar salah satu konsultan hukum yang mendampingi korban kekerasan dari (P2TP2A) Arum Dalu, Andri Irawan akhir pekan lalu.

Butuh waktu tiga hingga enam bulan untuk memulihkan trauma korban. Sebagian korban anak-anak itu bahkan mengalami tekanan hebat.

"Ada yang sampai pingsan di persidangan, ada juga yang akhirnya mengarah perilakunya seperti pelaku," papar dia.

Ditambahkannya, kasus paling baru melibatkan anak-anak yang mereka tangani belum lama ini adalah pelecehan seksual di Bambanglipuro yang pelakunya juga orang yang dikenal korban. Dalam kasus itu, sebanyak 10 anak menjadi korban kekerasan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul AKP Muhamad Kosim Akbar Bantilan menyatakan, selain korban melibatkan anak-anak, tidak sedikit ditemukan anak-anak juga terjerat sebagai pelaku dalam kasus pidana.

Paling anyar adalah kasus penganiayaan sadis siwi SMA berinisial LAA gara-gara tato Hello Kitty.

"Salah seorang pelaku berinisial NK masih anak-anak dan masih sekolah SMA," imbuhnya.