LALU LINTAS JOGJA : Jadi Jalan Alternatif, Ini Keluhan Warga Terban

18 Maret 2015 21:20 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Lalu lintas Jogja, warga Terban mengeluhkan ketidaksopanan pengguna jalan alternatif yang juga jalan kampung di area tersebut.

Harianjogja.com, JOGJA-Warga RT 13 RW 03 Terban, Gondokusuman, Jogja merasa terganggu dengan digunakannya jalan kampung mereka menjadi jalan alternatif oleh masyarakat umum. Jalan tersebut menjadi jalan alternatif dari Jalan Cornelis Simanjuntak menuju Jalan Prof.Dr.Sardjito.

Diungkapkan oleh Yani, salah seorang warga setempat, akibat ramainya penggunaan jalan kampung menjadi jalan umum, pihaknya kerap terganggu bising kendaraan dan tindak pengendara yang kurang sopan dalam berkendara di jalan kampung.

"Apalagi saya yang tinggal tepat di pinggir jalan, mau keluar rumah saja sulit. Orang umum justru lewat dan
mengklakson ketika kami mau mengeluarkan kendaraan dari rumah, ini jalan kami kok malah kami yang digitukan," ujar Yani, Selasa (17/3/2015).

Selain itu, ia mengisahkan sepeda anaknya sudah dua kali ditabrak oleh kendaraan yang lewat, dengan kecepatan tinggi. Ketika akan berangkat ke sekolah.

"Mungkin sedang jam ramai orang menggunakan jalan karena mau berangkat bekerja, tapi saya orang-orang yang lewat tidak menghargai jalan ini jalan kampung. Makanya jadi ada spanduk itu," lanjutnya.

Pihaknya tidak mempermasalahkan jalan tersebut menjadi ramai, asalkan, yang melewati jalan tersebut tahu aturan dan cara bertata krama, juga tidak ngebut.

Sementara itu terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Wirawan Hario Yudho menjelaskan pihaknya bertanggungjawab pada penggunaan jalan yang merupakan jalan-jalan ventilasi di Kota Jogja.

Sementara, ketika kemudian terjadi keramaian di jalan lingkungan, karena digunakan sebagai salah satu alternatif jalan bagi pihak umum [bukan penghuni lingkungan setempat], hal tersebut merupakan sebuah konsekuensi.