NYEPI 2015 : Bakal Dimeriahkan Kirab Budaya

Warga di Kecamatan Selo, Boyolali menggelar pawai budaya lokal seusai upacara bendera Hari Kemerdekaan, Minggu (17/8/2014). Salah satu peserta arak-arakan itu berupa patung raksasa mirip ogoh-ogoh. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI - Solopos)
18 Maret 2015 15:40 WIB Rima Sekarani Sleman Share :

Nyepi 2015 akan dipusatkan di Candi Prambanan dan dihadiri Presiden Joko Widodo. Selain itu, terdapat pula kirab budaya lintas agama untuk memeriahkan hari raya umat Hindu tersebut.

Harianjogja.com, SLEMAN-Peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1937 akan dimeriahkan ratusan orang yang mengikuti kirab budaya. Ogoh-ogoh yang biasanya hanya dikirab di dalam kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan, nantinya bisa dinikmati masyarakat luas dari Kepatihan hingga Alun-alun Utara, Jumat (20/3/2015) besok.

Sejumlah ogoh-ogoh yang akan memeriahkan kirab budaya adalah ogoh-ogoh Buta Putih, Buta Abang, Buta Jenar, Buta Ireng, dan Buta Brumbun. Ada juga ogoh-ogoh anak Saraswati serta dari Persatuan Mahasiswa Hindu Dharma (PMHD) besar dan kecil.

Tiga ogoh-ogoh yang biasa memeriahkan upacara adat di Kabupaten Sleman juga akan ikut berpartisipasi. Di antaranya adalah ogoh-ogoh berbentuk ayam dari Kalasan, ogoh-ogoh berbentuk kuda dari Minggir, dan bekakak dari Gamping.

“Kirabnya dipusatkan di sekitar Jalan Malioboro,” ungkap Manggala Kirab, I Ketut Idep S, saat jumpa pers di Humas Setda Sleman, Selasa (17/3/2015).

Pada dasarnya perayaan dan prosesi ritual Nyepi tahun ini tidak berbeda dari sebelumnya. Umat Hindu tetap berkumpul di pelataran Candi Prambanan dan mengikuti sejumlah prosesi ritual, seperti mendhak tirta dan pradaksina.

Kirab budaya akan dimulai usai prosesi ritual Nyepi di Kompleks Candi Prambanan.

“Kirab Budaya ini adalah bentuk akulturasi budaya. Pesertanya tidak hanya berasal dari umat Hindu saja, melainkan lintas agama,” kata Agung Suryahadi, tim pengarah panitia Nyepi Tahun Baru Saka 1937.

Agung menambahkan, sebagai agenda lintas agama, kirab budaya bertujuan menunjukkan toleransi antarumat beragama.

“Ini demi toleransi dan keakraban. Kami yakin seni budya bisa menyatukan masyarakat. Ini bukan hanya untuk kami sebagai umat Hindu, tapi masyarakat Jogja pada umumnya. Kebetulan, momen yang digunakan adalah Nyepi,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman, Endah Sri Widiastuti berpendapat kirab budaya pada rangkaian perayaan Nyepi akan menambah keragaman wisata budaya, khususnya di Sleman.

“Diharapkan bisa membawa keharmonisan antarumat beragama dengan kondisi masyarakat di sini yang memang heterogen. Rencananya, ini akan jadi agenda tahunan, baik panitia perayaan Nyepi berasal dari DIY maupun Jawa Tengah,” ucap Endah.

Puncak perayaan Hari Raya Nyepi nasional tahun ini dipusatkan di Candi Prambanan. Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menghadiri acara tersebut.