Advertisement
Pelaku Industri Perikanan DIY Dilibatkan dalam Program MBG
Foto ilustrasi Makan Bergizi Gratis nasi goreng telur ceplok. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence - AI
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah pelaku industri perikanan di DIY, mulai dari pembudidaya, nelayan, hingga produsen pengolahan ikan, kini terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka bekerja sama dengan dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memenuhi kebutuhan protein hewani di menu MBG.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Hery Sulistio Hermawan, menjelaskan keterlibatan pelaku industri perikanan dalam program MBG sekaligus membuka peluang pasar baru bagi produk perikanan lokal.
Advertisement
“Sampai Januari 2026, kami sudah mengadakan beberapa kali konsolidasi dengan pelaku industri perikanan bersama SPPG, hingga terbentuk kerja sama yang solid. Saat ini ada 17 pelaku budidaya, 20 pelaku pengolah produk perikanan, dan lima nelayan atau pengusaha penangkap ikan yang sudah bekerja sama dengan SPPG,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).
Upaya ini diharapkan memaksimalkan pasar perikanan di DIY. Selama ini, distribusi ikan budidaya maupun tangkap sebagian masih keluar daerah, sementara DIY masih mendatangkan sekitar 28 persen kebutuhan ikan dari luar. “Ikan masuk dari luar DIY sekitar 28 persen,” jelas Hery.
BACA JUGA
Produksi ikan di DIY pada 2025 menunjukkan tren positif. Hasil budidaya tercatat sebanyak 98.569,4 ton, meningkat dari 97.494 ton pada tahun sebelumnya. Sedangkan ikan tangkap mencapai 106.226,8 ton, naik dari 7.319,04 ton pada 2024.
Mulai 2025, DKP DIY mendorong pelaku industri perikanan untuk bekerja sama dengan SPPG, agar pasokan bahan pangan, khususnya protein ikan, tersedia secara berkelanjutan dalam menu MBG. “Program nasional ini membutuhkan ketersediaan sumber protein hewani yang stabil,” tambah Hery.
Selain itu, pada Januari 2026 DKP DIY menggelar konsolidasi Jejaring Budidaya Patin dan Lele se-DIY. Kegiatan ini bertujuan memetakan kapasitas produksi pembudidaya, kesiapan unit pengolahan, serta mekanisme distribusi hasil panen menuju SPPG.
Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan pendirian 320 dapur SPPG di DIY. Hingga akhir 2025, telah terbangun sekitar 50 persen dari target, membuka peluang pasar menjanjikan bagi pelaku industri perikanan lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kemenag Tegaskan 17 Oktober 2026 Jadi Batas Wajib Halal Produk Strateg
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal SIM Keliling di Jogja Sabtu Malam Ini, Cek Lokasinya
- Jadwal Pemadaman Listrik di Jogja dan Bantul, Sabtu 24 Januari 2026
- Jadwal SIM Keliling di Kulonprogo Hari Ini, Sabtu 24 Januari 2026
- Prakiraan Cuaca di Jogja Hari Ini, Sabtu 24 Januari 2026, Hujan Ringan
- Jadwal SIM Keliling di Sleman Sabtu 24 Januari 2026, Cek Lokasinya
Advertisement
Advertisement



