Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
tidak ada foto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Rumah milik Sujanto di Padukuhan Bolang, Girikarto, Panggang bakal direlokasi setelah tanah di dalam rumah ambles dan dinyatakan tidak aman untuk ditinggali. Keluarga korban sementara mengungsi ke rumah orang tua mereka.
Lurah Girikarto, Sumardiyono, mengatakan kajian ilmiah menggunakan metode geolistrik menunjukkan lokasi rumah Sujanto rawan untuk ditempati. Akibatnya, korban bersama istri dan tiga anaknya harus pindah sementara ke rumah orang tua yang berada tak jauh dari lokasi.
“Setelah ada kejadian tanah ambles ini, Sujanto dan keluarganya sudah mengungsi ke rumah orang tuanya yang tak jauh dari lokasi,” ujar Sumardiyono, Ahad (25/1/2026).
Keluarga korban memilih mengungsi karena khawatir terjadi tanah ambles susulan. Relokasi nantinya tetap di Padukuhan Bolang, namun berada di RT berbeda dengan rumah lama. Keluarga korban masih memiliki tanah untuk membangun rumah baru.
“Koordinasi untuk relokasi rumah ke lokasi baru sudah dilakukan bersama Pemkab Gunungkidul, BPBD, dan DPUPRKP. Diharapkan program ini bisa segera direalisasikan agar korban bisa menempati rumah tanpa rasa khawatir,” tambah Sumardiyono.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menyatakan kajian ilmiah di lokasi sudah dilakukan beberapa hari lalu. Hasil sementara menunjukkan rumah lama tidak aman untuk ditempati.
“Kami masih menunggu detail kajian secara utuh, namun hampir bisa dipastikan rumah ini tidak aman. Untuk relokasi, kajian harus lengkap agar proses berjalan baik,” kata Purwono.
Dukuh Bolang, Sukirjo, menambahkan peristiwa tanah ambles baru diketahui pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, saat pemilik rumah melakukan bersih-bersih. Kondisi pondasi diketahui berongga hingga area dapur.
“Rongga di pondasi lebarnya sekitar enam meter, panjang empat meter, dan kedalamannya tiga meter. Dugaan awal penyebabnya hujan deras beberapa waktu lalu,” ujar Sukirjo, Jumat (9/1/2026).
Selama proses relokasi dan perbaikan, keluarga Sujanto tetap tinggal sementara di rumah orang tua, masih satu padukuhan, sambil menunggu pembangunan rumah baru yang lebih aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Film Star Wars: The Mandalorian and Grogu hanya meraih skor 61% di Rotten Tomatoes, tetapi tetap dipuji penggemar Star Wars.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.