5.000 Lele Mati di Kolam KDMP Boyolali, Diduga Diracun
Polisi menyelidiki dugaan peracunan yang menyebabkan 5.000 lele di kolam KDMP Boyolali mati. Barang bukti dan sampel air telah diamankan.
Suasana di Pantai Nguyahan, Jumat (9/1/2015). Dengan menggunakan dana dari program pengentasan kemiskinan, Kecamatan Saptosari bersolek untuk mempercantik kawasan wisata di sana. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Penataan DIY diharapkan dapat menyeluruh untuk mendukung pariwisata lokal.
Harianjogja.com, JOGJA-Terkait pembebasan visa bagi 30 negara, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta, Suhendroyono berharap kebijakan ini dapat segera direspon Pemerintah DIY.
Sebab, kata dia, DIY masih perlu mempersiapkan sejumlah hal seperti kesiapan akses perhubungan atau sektor transportasi antar daerah, sarana fisik jalan menuju destinasi wisata dan kesiapan lainnya. Lebih-lebih, branding Jogja Istimewa selama ini dinilai masih sulit menjadi identitas Jogja di kancah internasional.
"Apa yang istimewa yang bisa menarik wisatawan asing masih sulit untuk diterjemahkan," ungkapnya dalam wisuda mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta di Hotel Pasific, Selasa (18/3/2015).
Ia menilai pembangunan pariwisata cukup komplek dan menuntut adanya sinergitas berbagai sektor. Hendaknya pemerintah perlu melibatkan semua pihak termasuk perguruan tinggi dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang siap menyambut kunjungan wisatawan asing setiap tahunnya.
Ia mencontohkan, pemandu atau guide, bagi wisatawan negara tertentu selama ini dinilai belum memadai. Sebagai contoh, tahun lalu, wisatawan Cina ke Indonesia mencapai 900.000, akan tetapi giude yang bisa melayani wisatawan Cina hanya 600 saja. Belum lagi soal layanan perhotelan, Suhendroyono mengkritik membangun perhotelan masih terpaku dengan jumlah kamar, bukan mendasarkan jumlah kunjungan seperti sudah dilakukan negara lain.
"Akibatnya kamar banyak tapi sepi. Ujungnya hanya banting harga," ungkapnya.
Dari cerahnya menatap masa depan sektor pariwisata Indonesia inilah, Ketua STIPRAM Yogyakarta optimis jurusan perhotelan bakal terus kebanjiran peminat calon mahasiswa baru.
"Apalagi banyak kampus yang sudah mulai menjalin kemitraan dengan sejumlah hotel bintang ternama di seluruh wilayah Indonesia sehingga semakin membuka peluang dalam menempatkan ahli-ahli perhotelan yang diluluskan setiap tahunnya," pungkasnya usia mewisuda ratusan mahasiswa D3 Parhotelan dan S1 hospitaly STIPRAM Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menyelidiki dugaan peracunan yang menyebabkan 5.000 lele di kolam KDMP Boyolali mati. Barang bukti dan sampel air telah diamankan.
APPBI menegaskan pemasangan pagar di sejumlah mal dilakukan demi ketertiban, bukan karena adanya kekhawatiran terhadap isu keamanan.
PHRI DIY menargetkan okupansi hotel 70% pada Agustus 2026 dengan menggenjot promosi wisata religi dan pasar korporasi di Jogja.
Kereta Petani dan Pedagang KAI telah melayani 35.843 pelanggan hingga Juli 2026, mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Krisis migrasi di Ceuta memicu bentrokan warga dengan migran asal Maroko. Polisi dikerahkan, sementara ketegangan terus meningkat.
Harga solar Shell naik menjadi Rp21.910 per liter mulai 1 Agustus 2026, sementara Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Turbo turun.