APARTEMEN SLEMAN : Ada Penolakan, Izin Tak Bakal Diproses

Bupati Sleman Sri Purnomo (Rima Sekarani I.N/JIBI - Harian Jogja)
19 Maret 2015 20:40 WIB Rima Sekarani Sleman Share :

Apartemen Sleman, Bupati Sri Purnomo menegaskan setiap draf pengajuan harus memiliki proses yang berlaku, termasuk sosialisasi.

Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati Sleman Sri Purnomo setelah mendengarkan aspirasi warga Gadingan Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman pada Rabu (18/3/2015) di Pemkab Sleman, menegaskan pembangunan berdampak besar seperti apartemen membutuhkan tahapan sosialisasi dengan warga sekitar.

Artinya, kata dia, draf pengajuan perizinan tidak akan diproses jika ada masih ada tahapan yang terlewati.

“Semua bisa dibicarakan di forum itu. Kalau belum sosialisasi tapi pengajuan izinnya sudah sampai kabupaten, tidak akan diproses karena persyaratannya belum lengkap. Kami akan minta agar itu [sosialisasi] ditempuh dulu,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo menambahkan dia tidak akan memaksa warga untuk bersikap menerima atau menolak.

“Kami akan menaati aturan. Kami belum bertemu dengan pimpinan M-Ikon. Namun, ketika ada yang menolak, tidak akan kami proses [perizinannya],” ucapnya kemudian.

Kepala BPMP2T Sleman, Purwatno Widodo juga menyatakan belum memroses draf pengajuan Izin Pemanfaatan Tanah (IPT) oleh pengembang Apartemen M-Ikon.

“Kami sudah menyurati M-Ikon agar menyelesaikan masalah dengan warga dulu. Kami tidak akan memihak. Selama masalah belum selesai, izinnya tidak akan diproses karena kami memang tidak ingin ada konflik di kemudian hari. Jadi kalau misalnya M-Ikon mau ketemu, warga silakan menerima dan didiskusikan bersama,” ujar Purwatno.

Sementara itu hingga Rabu sore, pihak pengembang belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi terkait dengan adanya keberatan dari warga.