KOMISARIS BUMN : Jokowi Bantah ada Bagi-bagi Jatah Direksi BUMN

JIBI/Bisnis/Dedi GunawanPESTA SYUKURAN RAKYATPresiden pilihan rakyat periode 2014-2019 Joko Widodo, melakukan salam tiga jari dengan berlari mengintari panggung sebelum menyampaikan pidato singkatnya pada Pesta Syukuran Rakyat di panggung konser salam 3 Jari di Jakarta, Senin (20 - 10). Dalam pidatonya Jokowi mengajak masyarakat untuk bersama/sama membangun Indonesia menjadi bangsa dan negara yang kuat.
22 Maret 2015 07:20 WIB Ujang Hasanudin Kulonprogo Share :

Komisaris BUMN yang dijabat timses menjadi sorotan akhirnya direspon Presiden Joko Widodo.

Harianjogja.com, JOGJA-Presiden Joko Widodo membantah tudingan ada bagi-bagi jatah terkait sejumlah nama mantan relawan dan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menduduki jabatan komisaris sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Yang jelas itu semua kan melalui proses seleksi," kata Jokowi seusai salat jumat di Markas Korem 072 Pamungkas Jogja, seperti dilansir situs Sekretariat Kabinet RI, Jumat (20/3/2015)

Jokowi tidak mengetahui pasti siapa saja politisi atau relawan yang masuk menjadi komisaris BUMN. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menganggap wajar adanya tuduhan miring.

Jokowi berharap yang menduduki managemen direksi hingga komisaris tidak main-main melainkan harus bekerja keras. Ia ingin BUMN ke depan menjadi motor penggerak ekonomi

Seperti dikeahui, politikus PDIP Alexander Sonny Keraf sebagai Komisaris Independen BRI, ada Refli Harun yang diangkat menjadi Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara. Kemudian Mantan Direktur Utama Bank Sulawesi Utara dan Caleg DPR RI dari Partai Nasdem, Jeffry Wurangian yang dipilih menjadi Komisaris BRI

Selain itu juga ada nama Cahaya Dwi Rembulan Sinaga, mantan relawan tim transisi Jokowi-JK itu terpilih sebagai Komisaris Independen Bank Mandiri.