PDIP DIY Pertanyakan Hasil Survei yang Munculkan Kader Pesaing Megawati

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga Presiden Kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik di hadapan patung Proklamator sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP, Brengosan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/2/2015). Patung setinggi 3 meter tersebut dibuat DPC PDIP Solo sebagai simbol penghormatan atas jasa mendiang ayahanda Megawati Soekarnoputri itu. (Reza Fitriyanto/JIBI - Solopos)
25 Maret 2015 09:40 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

PDIP DIY mempertanyakan hasil survei yang memunculkan kader pesaing Megawati

Harianjogja.com, JOGJA-Dewan Pimpinan Daerah PDIP DIY menegaskan dukungannya untuk Megawati Soekarnoputri kembali menjadi Ketua Umum PDIP periode 2015-2020. PDIP mempertanyakan hasil survei yang memunculkan nama-nama kader PDIP yang menjadi pesaing kuat Megawati.

Wakil Ketua DPD PDIP DIY Eko Suwanto mengatakan, fakta dukungan agar Megawati kembali menjadi Ketua Umum PDIP dalam Kongres ke-IV awal April mendatang di Bali merupakan usulan semua kader partai berlambang moncong putih.

"Sebanyak 6.524 Musancab, 508 Konfercab, dan 24 Konferda, 100 persen mendukung Ibu Mega," kata Eko saat ditemui ruang Komisi A DPRD DIY, Selasa (24/3/2015).

Menurut Eko, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Semarang, beberapa waktu lalu, juga menunjukan fakta bahwa Joko Widodo (Jokowi) sendiri memberikan dukungan untuk Megawati Soekarnoputri.

"Bagaimana hasil survei bisa bertentangan dengan fakta politik yang ada? Warga PDIP istiqomah mendukung Mega," tukas Eko.

Eko menduga ada pihak-pihak diluar PDIP yang berupaya memisahkan PDIP dari trah Soekarno dengan membentuk opini seolah-olah PDIP pecah. Ia meminta semua kader khususnya kader PDIP DIY untuk tidak provokasi dengan hasil survei.

Sebelumnya lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei dari 200 tokoh politik, hukum, sosiolog, dan jurnalis. Dalam survei tersebut Jokowi paling potensial menjadi Ketua Umum PDIP. Selain itu survei memunculkan nama Pramono Anung dan Ganjar Pranowo.

Lebih lanjut Eko mengatakan pihaknya bukan berarti antipati terhadap lembaga survei. PDIP juga diakuinya sering menggunakan survei terutama dalam pilkada. Namun, ia heran dengan hasil survei yang tidak sesuai fakta.

Eko nengatakan, ada beberapa alasan DPD PDIP DIY mendukung Megawati Soekarnoputri, di antaranya Megawati konsisten menjalankan ajaran Pancasila dan ajaran Bung Karno, Megawati berhasil membentuk karakter dan sikap kader PDIP.

"Terbukti selama 10 tahun menjadi oposisi berhasil mengemban tugas kepartaian mau pun tugas kebangsaan," kata Eko.

Dalam Kongres ke-IV mendatang, sambung Eko, DPD PDIP DIY akan merekomendasikan agar PDIP membawa aspirasi peningkatan dana keistimewaan (Danais), menyederhanakan prosedur pengalokasian danais agar lebih mudah diakses masyarakat tanpa meninggalkan prinsip akuntabilitas, serta meminta pemerintah pusat menempatkan DIY sebagai pusat kebudayaan dan pariwisata.