INVESTASI BANTUL : PMA Masih Kalah Saing, Ini Alasannya.

27 Maret 2015 12:40 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Investasi Bantul dari asing masih kalah saing.

Harianjogja.com, BANTUL- Penanaman modal asing (PMA) di Kabupaten Bantul belum mampu menyaingi investasi dalam negeri.

Pemkab Bantul mencatat, sepanjang 2014, total nilai investasi dari pemodal asing di Bantul hanya senilai Rp12,6 miliar sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai hingga Rp551 miliar. Investasi asing juga kalah saing dari sisi serapan tenaga kerja.

PMA pada 2014 hanya mampu merekrut 8.973 tenaga kerja sedangkan PMDN di Bantul merekrut hingga 9.992 tenaga kerja.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Bantul Sulistyanta menyatakan, masuknya investasi asing terhambat salah satunya karena belum adanya kawasan industri di wilayah ini.

"Itu kenapa sekarang kita tetapkan kawasan industri di Bantul untuk memudahkan investasi masuk," terang Sulistyanta, Kamis (26/3/2015).

PMA dianggap memiliki keuntungan. Pertama dapat meningkatkan volume dan nilai ekspor karena perusahaan asing mayoritas memproduksi barang ekspor. "Selain itu menyerap tenaga kerja, mereka membawa dollar masuk ke dalam negeri dan itu menguntungkan," lanjutnya.

Kendati saat ini perusahaan asing kalah saing dari sisi tenaga kerja dan modal, namun Sulistyanta yakin tidak lama lagi PMA bakal mengalahkan modal dalam negeri. Sebab pemerintah sudah mengeluarkan aturan sejak 2014 mengenai syarat modal asing minimal Rp10 miliar.

Sulistyanta menambahkan, kendati sektor investasi merekrut ribuan tenaga kerja namun bila dibandingkan dengan industri kecil menengah jumlahnya jauh lebih sedikit. Pertumbuhan ekonomi dari sektor industri di Bantul sebagian besar masih bergantung pada industri kecil dan menengah seperti home industry. Jumlahnya mencapai 70% dari total serapan tenaga kerja di bidang industri.

Asisten Sekda Pemkab Bantul bidang Ekonomi dan Pembangunan Suyoto menyatakan, sektor investasi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantul, sehingga pemerintah berupaya mendorong sebanyak mungkin investasi masuk ke wilayah ini.

"Yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi antara lain APBD, konsumsi, ekspor dan investasi," terang Suyoto.