UN SMP 2015 : Di Bantul Sembilan Siswa akan Kerjakan Soal Khusus

JIBI/SOLOPOS/Agoes RudiantoKERJAKAN SOAL-Sejumlah pelajar mengerjakan soal Ujian Nasional (UN) di SMP Muhammadiyah 1,SOlo, Senin (23 - 4). UN SMP tidak ada naskah cadangan, sama seperti UN SMA dan diawasi dua orang setiap ruang.
02 Mei 2015 07:15 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

UN SMP 2015 di Bantul, ada sembilan siswa yang akan mengerjakan soal khusus

Harianjogja.com, BANTUL- Sembilan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bantul terpaksa tidak mengerjakan soal Ujian Nasional (UN) lantaran dikategorikan sebagai siswa slow learner atau berkemampuan lambat.

Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Kabupaten Bantul Totok Sudarto menyatakan, sembilan siswa tersebut sengaja dibebaskan dari soal-soal UN karena memiliki kemampuan belajar yang lebih lambat dibanding siswa pada umumnya.

Namun, mereka tetap melaksanakan ujian seperti siswa lainnya. Hanya, mereka diberi soal ujian khusus yang disusun oleh pihak sekolah.

“Karena pihak sekolah yang mengetahui kemampuan mereka selama ini makanya sekolah yang menyusun soal ujian. Kalau mereka dipaksa mengerjakan soal UN jelas tidak sanggup,” terang Totok Sudarto, Jumat (1/5/2015).

Totok mengklaim, keistimewaan yang diberikan kepada siswa slow learner itu telah disepakati oleh pemerintah pusat. Hal itu menurutnya untuk memberikan keadilan bagi siswa dengan kemampuan berbeda.

Sembilan siswa tersebut selama ini menempuh pendidikan di sekolah-sekolah inklusi di Bantul yang menerima siswa difabel atau berkebutuhan khusus.

Sejatinya kata Totok, ada 11 siswa berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian tahun ini. Sembilan diantaranya siswa slow learner, dua lainnya siswa low vision dan seorang tunarungu. Namun untuk dua siswa low vision dan tuna rungu tetap mengikuti atau mengerjakan soal-soal UN.

“Karena meski mereka low vision atau tunarungu, tapi kemampuan belajar mereka setara dengan siswa lainnya yang tidak berkebutuhan khusus. Contoh lainnya siswa dengan kursi roda tapi kemampuannya bagus,” papar dia.