Presiden Dijadwalkan Kunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu di Bantul

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoSejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengimplementasikan dan menerapkan teknologi dalam bidang energi baru terbarukan dengan mengikuti Kompetisi Kincir Angin Indonesia (KKAI) yang digelar di Pantai Baru, Bantul, DI. Yogyakarta, Selasa (16/09 - 2014). Kegiatan KKAI diselenggarakan oleh DITLITABMAS KEMDIKBUD bekerjasama dengan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan BAPPEDA Kabupaten Bantul itu memperlombakan seberapa besar energi listrik yang dihasilk
03 Mei 2015 07:20 WIB Redaksi Solopos Bantul Share :

Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan mengunjungi lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga bayu di Bantul

Harianjogja.com, BANTUL- Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan mengunjungi lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga bayu di kawasan pantai selatan wilayah Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Belum lama ini saya mendapat kunjungan komisaris dari investor pembangkit listrik tenaga bayu [PLTB], kalau awal Mei 2015, Presiden Jokowi mau turun [berkunjung] ke Sanden," kata Kepala Desa Srigading, Sanden, Wahyu Widodo di Bantul, Sabtu (2/5/2015).

Menurut dia, belum dijelaskan secara detail tujuan kunjungan kepala negara ke pesisir selatan wilayah Desa Srigading yang menjadi salah satu lokasi pengembangan energi baru dan terbarukan oleh investor asal Amerika Serikat itu.

"Salah satunya dalam rangka peluncuran [pembangunan] PLTB, dan tanggalnya berapa masih dicari 'fix' nya," katanya.

Investor asal AS yakni PT UPC Renewables Indonesia berencana membangun PLTB berupa puluhan kincir angin besar di sepanjang kawasan pantai selatan Bantul, mulai dari wilayah pantai Samas Srigading Sanden hingga Pantai Pandansimo Srandakan.

"Khusus di wilayah Desa Srigading kira-kira ada 17 titik [kincir angin], sementara di wilayah lain saya tidak tahu. Kalau pembangunannya sendiri rencananya pada 2016," katanya.

Sementara itu, ditanya terkait dengan sikap warga desa dengan rencana pembangunan PLTB tersebut, ia mengatakan, warga sudah menerima bahkan antusias menyambut rencana mega proyek senilai lebih dari Rp1,8 triliiun.

"Mereka sangat antusias, karena ini [investor] PMA [penanam modal asing] jadi tanahnya sewa, banyak tanah warga yang akan disewa, dan hampir seratus persen warga menyatakan kerelaan disewa untuk pembangunan PLTB," katanya.