HARGA ELPIJI : HET Gas Melon Tinggi, Pertamina Gelar Operasi Pasar

JIBI/Solopos/Burhan Aris NugrahaPemilik pangkalan elpiji menata tabung 3kg kosong di pangkalan elpiji Sejahtera Jaya Mandiri, Nusukan, Solo, Rabu (12/2). Pertamina menggelontor extra droppng elpiji 3kg pada Rabu (12 - 2) sebanyak 6.160 tabung untuk wilayah Solo. Hal itu menyusul meningkatnya permintaan masyarakat yang menyebabkan kekosongan elpiji bersubsidi di pangkalan dan pengencer
07 Mei 2015 15:40 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harga elpiji eceran 3 Kg melambung, Pertamina dan Hiswana gelar operasi pasar.

Harianjogja.com, JOGJA- Harga elpiji 3 kilogram di pasaran tembus Rp21.000 per tabung. Kenaikan harga tersebut diduga akibat keterlambatan distribusi dari agen ke penyalur hingga pengecer. Untuk meredam tingginya harga, Pertamina DIY akan menggelar operasi pasar (OP) pada Rabu (6/5/2015).

Pelaksanaan OP tersebut dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) Area DIY dan Surakarta bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DIY di dua titik. Untuk Kelurahan Sidoarum Godean Sleman dan kelurahan Sorowajan Banguntapan Bantul, masing-masing digelontorkan sebanyak 1.120 tabung. Artinya, total tabung 3kg yang digelontorkan pada OP kemarin sebanyak 2.240 tabung dengan harga jual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.500 per tabung.

Menurut Ketua Hiswana Migas DIY, Siswanto, Pertamina melalui agen-agen telah merespon laporan kekurangan pasokan gas melon di dua lokasi tersebut. Sebanyak dua Loading Order (LO) elpiji 3 Kg dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di titik-titik yang dilaporkan langka.

"Ini akibat dari panjangnya rantai distribusi dari pangkalan ke tingkat pengecer. Harga di dua jalur ini tinggi dan tidak wajar. Per tabung Rp21.000 per tabun," tandas Siswanto, Rabu (6/5/2015).

Dia berharap, masing-masing Pemda mengawasi distribusi hingga ke pengecer agar margin atau keuntungan yang diambil tidak terlalu tinggi. Idealnya, kata dia, gas melon yang dijual ke masyarakat sekitar Rp18.000 per tabung karena harga di Pangkalan sesuai HET yang ditetapkan.

"Sebaiknya pemerintah juga mematok harga gas melon di bawah Rp20.000 per tabung. Kalau harganya sekarang Rp21.000 itu sudah terlalu tinggi," kritiknya.