SELEKSI ANGGOTA POLRI : Kapolda Ancam Pidanakan Panitia yang Curang

Ilustrasi topi perlambang wibawa polisi. (JIBI/Solopos.com - Dok.)
07 Mei 2015 21:20 WIB Sunartono Sleman Share :

Seleksi anggota Polri diklaim bebas dari KKN.

Harianjogja.com, SLEMAN—Kapolda DIY Brigjen Erwin Triwanto mengancam akan memidanakan
panitia daerah seleksi anggota Polri jika tertangkap melakukan kecurangan. Sebanyak 2.354 pendaftar
anggota Polri dari seleksi Brigadir, Tamtama dan Taruna Akpol menandatangani pakta integritas di
halaman parkir Stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman, Selasa (5/5/2015).

"Saya tidak akan menoleransi, sedikit apapun peluang untuk melakukan KKN [kolusi, korupsi dan
nepotisme], bagi nanti yang tertangkap baik itu calon atau panitia akan saya pidanakan. Dan yang
bersangkutan meskipun sudah lulus akan saya coret. Pahami betul-betul ini," kata Kapolda DIY di
hadapan peserta, orangtua dan panitia seleksi penerimaan Polri 2015 di Stadion Maguwoharjo, Selasa
(5/5/2015).

Erwin menambahkan terkait seleksi ini pihaknya telah membentuk satgas dari berbagai elemen
masyarakat yang akan melakukan pemantauan dan pengawasan. Satgas harus tegas dalam
melaksanakan tugas dengan benar dan berani. Sehingga tercapai maksud prinsip seleksi yang bersih,
transparan, akuntabel dan humanis untuk menghasilkan anggota Polri yang berkualitas.

"Saya tidak ingin citra penerimaan Polri sedemikian buruk. Mari kita perbaiki sama-sama, jangan
sampai gunakan cara yang tidak benar. Saya akan lakukan pemeriiksaan rutin," ucapnya.

Menurut Erwin jika ada masyarakat yang melihat ada kecurangan, bisa dilaporkan langsung Polda
DIY. Sebagai Ketua Panitia Daerah, ia siap menindaklanjutinya.

"Jangan sampai peserta yang benar-benar lulus tapi justru tidak diluluskan," ujarnya.

Rincian para pendaftar yang dinyatakan lolos verifikasi antara lain Akpol sebanyak 122 calon dengan
rincian pria 108 dan wanita 14 pendaftar. Untuk brigadir terdapat 1.789 pendaftar yang lolos seleksi
administrasi, rinciannya pria 1.421 dan wanita 368. Sedangkan pendaftar tamtama sebanyak 443
orang pria. Mereka yang lolos verifikasi selanjutnya akan mengikuti tes lanjutan.