KECELAKAAN LAUT : Rawan Laka tapi SAR Gunungkidul Minim Alat

Petugas tagana menurunkan kapal yang ditarik dari SAR Satlinmas Gunungkidul. Penarikan dilakukan karena bantuan tersebut tidak sesuai dengan program yang diajukan. Selasa (14/4/2015) (JIBI/Harian Jogja - David Kurniawan)
09 Mei 2015 03:20 WIB Uli Febriarni Gunungkidul Share :

Kecelakaan laut di Gunungkidul rawan terjadi, sayangnya alat yang dimiliki masih minim.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sekretaris SAR Korwil II Kabupaten Gunungkidul, Surisdiyanto menyayangkan kekurangan peralatan maupun personel SAR di wilayah II yang bertanggungjawab terhadap sejumlah pantai, salah satunya Pantai Pulangsyawal hingg kini masih terjadi. Adapun SAR adalah ujung tombak dalam proses penyelamatan korban laka laut.

"Setiap laporan triwulan kami mengajukan adanya pengadaan peralatan, tapi gak ada realisasi, padahal pendapatan Kabupaten Gunungkidul pada 2014 saja bisa mencapai Rp15,2 miliar, kalau untuk membeli misalnya satu jetski kan bisa. Kalau tidak ada SAR, di Pantai Pulangsyawal banyak kunjungan, kan bisa jadi kuburan massal," ungkapnya, Rabu (6/5/2015).

Surisdiyanto menambahkan, kapal yang dimiliki oleh SAR Wil II saat ini hanya ada tiga. Terdiri dari satu kapal jukung dari Pemda Gunungkidul dan dua dari Kementerian Sosial. Akan tetapi, sebulan yang lalu ditarik oleh Kementerian Sosial. SAR juga tidak memiliki tenda evakuasi bagi korban laka.

Sehingga, SAR Wil II hanya punya satu kapal dan jetski. Jetskipun berasal dari hibah dari pemilik warung makan Indrayanti.

"Saat ini jetski juga sedang rusak. Kami sudah berusaha memperbaiki dengan dana swadaya, namun dana kami menipis," ucapnya.

Pos pantau, sambungnya, masih kurang lima buah pos pantau. Untuk ditempatkan di Pantai Sundak, Poktunggal, Ngobaran, Gesing, Nguyahan.

Selain itu, efektivitas personel untuk Wil II juga masih kurang. Idealnya, menurutnya ada 30 personel. Namun hingga kini, Tim SAR masih berada di bawah jumlah tersebut.