SABDA RAJA JOGJA : Warga Ingin Keluarga Kraton Islah

HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFISABDA RAJA YOGYAKARTA-- Raja Sultan Hamengkubuwono X saling memberikan salam kepada Adipati Paku Alam IX didampingi GKR Hemas usai Raja melakukan Sabda Tama di Bangsal Kencono, Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat, Kamis (10 - 5). Sabda Tama adalah sesuatu yang sakral dan tidak sembarangan diucapkan. Sepanjang sejarahnya menjadi Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sultan Hamengku Buwono X baru pertama kali menyampaikan Sabda Tama.
18 Mei 2015 12:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Sabda Raja Jogja diharapkan dapat berakhir islah.

Harianjogja.com, JOGJA—Perbedaan pendapat di antara keluarga Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat setelah keluarnya Sabda Raja dan Dawuh Raja mengkhawatirkan warga. Sejumlah tokoh masyarakat mengharapkan ada islah atau perdamaian di keluarga Kraton.

Harapan itu disampaikan oleh perwakilan warga Kauman, Jogja, Heru Syafruddin Amali di Masjid Gede Kauman, seusai salat Jumat, Jumat (15/5/2015).

“Kami menyerukan agar keluarga Kraton islah,” kata Heru.

Perwakilan warga menghadiri pengajian akbar yang juga diikuti tokoh Muhammadiyah dan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Syukri Fadholi. Heru mengaku keturunan RH Sangidu atau Kanjeng Kyai Penghulu Muhammad Kamaludiningrat (pejabat yang mengurusi keagamaan Kraton). Dia mengatakan warga tidak bisa diam saja melihat situasi dan kondisi Kraton yang dinilainya sudah runyam.

“Kami mengingatkan keluarga Kraton untuk rukun,” kata Heru.