PENATAAN BANTUL : Masjid Tua DIbangun Ulang, Ajukan Dana Rp10 Miliar

Bupati Bantul Sri Surya Widati dalam acara peletakan batu pertama Masjid Al-Mataab, Baturetno, Banguntapan, Minggu (17/5/2015) siang. (JIBI/Harian Jogja - Arief Junianto)
18 Mei 2015 08:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Penataan Bantul untuk Masjid tua mulai dibangun.

Harianjogja.com, BANTUL-Setelah dirobohkan sebulan lalu, salah satu masjid tua di Bantul kini perlahan mulai dibangun kembali. Masjid A-Mataab, yang sejatinya sudah didirikan sejak 1962 oleh Persaudaraan Djamaah Hadji Indonesia (PDHI) Bantul tersebut memang dirobohkan lantaran sudah tak
lagi memuat jamaah yang mencapai 300 orang lebih.

Bendahara Umum Panitia Pembangunan Masjid Setiya mengakui, keputusan merombak ulang masjid berkapasitas 120 orang itu lantaran kondisinya
yang sudah tak sesuai dengan kondisi riil kawasan sekitar masjid. Diakuinya, saat pertama kali didirikan, akses jalan belum sebesar sekarang. Akibatnya, kini masjid itu pun seolah tak memiliki lahan sisa untuk parkir kendaraan jamaahnya.

Dari penghitungannya, biaya yang dibutuhkan pada pembangunan masjid itu adalah sebesar Rp1,5 miliar lebih. Selain menggalang dana,
pihaknya juga berencana akan mengajukan proposal anggaran kepada pihak Pemkab Bantul senilai Rp10 miliar.

"Kami berharap anggaran itu bisa masuk dalam alokasi pembangunan sarana ibadah pada Anggaran Perubahan [AP] Bantul 2015," ujarnya,

Dari hasil penggalangan dana sementara, pihaknya memang baru mengumpulkan dana sekitar 40% dari kebutuhan totalnya. Hingga kini,
pihaknya baru mengantongi bantuan senilai total Rp253 juta.

"Jadi kami berharap bantuan semua pihak. Bagaimanapun, masjid ini pernah menjadi masjid pertama di wilayah Banguntapan," tuturnya.

Terpisah, Bupati Bantul Sri Suryawidati menegaskan pihaknya akan mengupayakan pendanaan terhadap masjid tersebut. Selain secara pribadi
akan memberikan donasinya, proposal yang diajukan oleh pengurus masjid, ditegaskannya akan dikaji secara detail.

"Dana kabupaten ini memang banyak. Tapi penggunaannya sangat ketat. Harus berhati-hati dalam menggunakannya," tegasnya.

Ia berharap, setelah selesai dibangun nanti, Masjid Al-Mataab yang memiliki sejarah panjang dalam proses ukhuwah islamiyah di Bantul,
khususnya di Banguntapan, bisa dimanfaatkan lebih bijak. Artinya, masjid tak lagi hanya dipakai sebagai sarana beribadah saja.

"Melainkan juga bisa dipakai untuk kegiatan-kegiatan sosial," ucapnya.