TAMAN DI JOGJA : Penyiraman Tanaman Hadapi Banyak Kendala

Foto ilustrasi (Antara)
20 Mei 2015 13:20 WIB Jogja Share :

Penyiraman taman di Jogja terkendala minimnya armada tangki

Harianjogja.com, JOGJA- Saat ini Bidang Pertamanan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jogja memiliki delapan armada tangki penyiraman, namun hanya tujuh yang bisa beroperasi karena satu unit rusak.

Padahal total luas taman di Jogja 56.000 meter persegi yang terbagi dalam tujuh sektor.

Kasubid Pertamanan BLH Jogja Suryadi menyebutkan idealnya terdapat 10 armada tangki penyiraman. Tujuannya, supaya pekerjaan lebih efektif dan efisien sehingga seluruh taman dapat rutin disirami setiap hari.

"Kalau saat ini memang armada berkeliling setiap hari, tetapi dalam satu hari belum semua taman dapat disiram, biasanya bergantian," terangnya, Selasa (19/5/2015).

Ia menyebutkan, satu armada tangki dapat digunakan untuk menyirami taman seluas 500 meter persegi. Apabila air di dalam tangki habis, kata Suryadi, armada harus mengambil air di tiga titik yang tersedia, yakni di sebelah barat Kecamatan Gedongtengen, Ngupasan, serta sebelah barat Jalan KH Ahmad Dahlan.

"Dengan tujuh tangki tentu akan lebih sering bolak-balik mengambil air sehingga belum tentu semua taman dapat disiram dalam satu hari," terangnya.

Ia mengungkapkan, penyiraman juga mengalami kendala teknis. Terutama di taman yang terletak di tengah jalan, seperti sisi selatan Jalan Gejayan. Ia tidak menampik, sebagian pengguna jalan terganggu dengan aktivitas penyiraman taman.

"Kalau sudah seperti ini ya kami hanya bisa berusaha dengan memarkir kendaraan mepet taman supaya tidak terlalu memakan jalan umum," ujar dia.

Suryadi menambahkan, penyiraman taman dilakukan lebih intensif saat memasuki musim kemarau.