KASUS HIBAH PERSIBA : Ditanya Kasus, Ini Jawaban Idham

20 Mei 2015 05:40 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Kasus hibah Persiba yang menjerat mantan bupati Bantul, Idham Samawi tak digubris oleh yang bersangkutan

Harianjogja.com, JOGJA-Mantan Bupati Bantul Idham Samawi salah satu tersangka korupsi dana hibah untuk klub sepak bola Persiba Bantul Rp12,5 miliar tak ingin berkomentar soal kasus yang menjeratnya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang kembali dipilih menjadi pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP ini tidak mempedulikan desakan sejumlah elemen antikorupsi DIY.

"Biarkan saja," ucapnya saat ditanya wartawan seusai menghadiri peringatan ke-27 tahun jumenengan Sri Sultan Hamengku Buwono X di Pagelaran Kraton, Senin (18/5/2015)

"No komen ya," ucap Idham berkali-kali. Namun soal isu seleksi calon kepala daerah, Idham mau bersuara. Idham merupakan salah satu tim seleksi calon kepala daerah PDIP se-Indonesia.

Idham hadir dalam ke Pagelaran Kraton bersama istrinya Sri Surya Widati mengenakan mobil Toyota Fortuner warna hitam. Namun sebelum acara selesai atau saat pementasan kesenian, Idham dan Ida keluar lebih dulu.

Idham Samawi ditetapkan menjadi tersangka bersama Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Bantul, Edi Bowo Nurcahyo pada 2013 lalu. Setahun kemudian menyusul dua tersangka lainnya, yakni Bendahara Persiba, Dahono dan Direktur PT.Aulia Trijaya, Maryani, selaku penanggungjawab katering dan transportasi saat klub Persiba bertanding diluar kota.

Saat ini Dahono dan Maryani sudah menjadi terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jogja. Pegiat antikorupsi di DIY menyebut lambatnya kasus Persiba karena ada tekanan dari tersangka Idham yang merupakan tokoh berpengaruh di Bantul.