KASUS DANA PERSIBA : Dipanggil Jadi Saksi, Bupati dan Wakil Bupati Bantul Mangkir

20 Mei 2015 21:20 WIB Bantul Share :

Kasus dana hibah Persiba yang sedang disidangkan di Pengadilan Tipikor Jogja memanggil saksi Bupati dan Wakil Bupati Bantul, namun keduanya mangkir

Harianjogja.com, JOGJA-Dua saksi kasus dugaan korupsi dana hibah Persiba, Bupati Bantul dan Wakil Bupati Bantul mangkir dari sidang di Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jogja, Rabu (20/5/2015).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan memanggil ulang keduanya pada sidang yang akan datang. Sidang beragendakan pemeriksaan saksi yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Barita Saragih tersebut hanya diikuti dua saksi, Kasubag Hukum Pemkab Bantul Andy Sulistyo dan mantan Banggar DPRD Bantul Ari Dewanto.

Sehari sebelumnya, Bupati Bantul Sri Surya Widati menegaskan tak akan menghadiri panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dana hibah KONI Bantul.

Saat ditemui wartawan di sela acara prosesi labuhan di pendopo Kecamatan Kretek, Selasa (19/5/2015) siang, ia mengaku memilih menghadiri undangan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Semarang.

Itu sebabnya, ia tak bisa memenuhi panggilan JPU untuk menjadi saksi dalam sidang yang rencananya akan digelar Rabu (20/5/2015) tersebut.

Ia mengaku terpaksa memilih undangan dari KPK ketimbang menghadiri undangan JPU dengan alasan undangan itu tak bisa diwakilkan. Diakuinya, setelah berkonsultasi dengan pihak Bagian Hukum Setda Bantul, ia pun lantas disarankan untuk memilih undangan dari KPK tersebut.

"Setelah berkoordinasi dengan Bagian Hukum [Setda Bantul], saya memang diminta mengutamakan undangan dari KPK itu," akunya.

Kendati begitu ia mengaku tetap akan berupaya hadir di lain
kesempatan. Sebagai saksi, ia memang berjanji akan memberikan keterangan sebenar-benarnya sesuai dengan pertanyaan dari persidangan.

Sementara terkait dengan kepastian kehadiran Wakil Bupati Bantul Soemarno, ia mengaku, wakilnya itu kini juga tengah tergolek sakit di RSUD Panembahan Senopati. Saat dikonfirmasi, pihak RSUD Panembahan Senopati membenarkan bahwa Wabup Bantul Soemarno memang tengah opname.

"Tapi dari kapan opnamenya dan apa penyakitnya, saya masih belum tahu pasti," ucap Humas RSUD Panembahan Senopati Bantul Nyoman Gunarsa.