PENATAAN KULONPROGO : Pantai Trisik Bakal Dikelola Pihak Ketiga

Beberapa wisatawan mengunjungi Pantai Trisik di Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulonprogo, beberapa waktu lalu. (JIBI/Harian Jogja - Rima Sekarani I.N.)
21 Mei 2015 17:40 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Penataan Kulonprogo untuk pengelolaan Pantai Trisik akan melibatkan pihak ketiga.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Pemkab Kulonprogo berencana melibatkan peran pihak ketiga dalam pengembangan dan pengelolaan Pantai Trisik di Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulonprogo. Diharapkan, pantai yang dikenal kotor akibat pasokan sampah dari aliran Sungai Progo tersebut bisa tetap diminati masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Kulonprogo, Krissutanto mengakui jika pencemaran sampah menjadi salah satu masalah utama bagi pengembangan wisata di Pantai Trisik.

“Sebetulnya Pantai Trisik ini menarik. Nanti kalau sudah dikelola pihak ketiga, diharapkan bisa lebih bersih, aman, dan mampu mewujudkan ciri khas sapta pesona wisata lainnya,” kata Krissutanto, Rabu (20/5/2015).

Krissutanto pun menyadari jika kemampuan Pemkab Kulonprogo dalam pengembangan sektor pariwisata masih terbatas. Keterlibatan pihak ketiga dinilai bisa menjadi solusi alternatif.

“Ini sedang kita persiapkan aturan-aturannya biar bisa sesuai harapan dan saling menguntungkan,” ujarnya.

Kerja sama dengan pihak ketiga merupakan rencana jangka panjang. Perbaikan sarana prasana wisata juga akan dilakukan bertahap.

“Kami juga harus menyiapkan kebutuhan kuliner, suvenir, dan lainnya,” imbuh Krissutanto

Krissutanto pun memperkirakan kondisi pariwisata Kulonprogo akan berkembang pesat dalam lima tahun mendatang.

“Ini sektor yang menjanjikan kalau mega proyek sudah jalan. Nanti otomatis tempat wisata, hiburan, dan olah raga akan berkembang. Ketiganya saling terkait dan bisa dibuat sinergis,” paparnya.

Terpisah, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan, kerja sama dengan pihak ketiga tidak hanya ditujukan bagi pengembangan wisata Pantai Trisik, melainkan seluruh potensi tempat wisata di Kulonprogo.

“Kita berikan peluang jika ada pihak swasta yang ingin mengelola,” ungkap Hasto.

Namun, Hasto menambahkan, pengembangan wisata pantai di Kulonprogo sebenarnya lebih difokuskan ke Pantai Glagah.

“Maping yang kena bandara atau tidak itu sudah beres, sedangkan Trisik sudah menjadi bagian kontrak karya sejak 2007. Jadi kita tidak bisa memaksakan dan cenderung melakukan pemeliharaan kebersihannya saja,” jelasnya.