PILKADA SLEMAN : Honoranium Sedot Anggaran Terbesar

Ilustrasi Pilkada Langsung (JIBI - Dok)
24 Mei 2015 04:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Pilkada Sleman mayoritas untuk kebutuhan honoranium.

Harianjogja.com, SLEMAN-Dana pilkada Sleman sudah turun. Berdasarkan kesepakatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, dana pilkada 2015 sebesar Rp22.583.288.144.

Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi mengatakan, dari rencana alokasi dana, prosentase terbesar adalah untuk pembayaran honor penyelenggara Pemilu di kabupaten. Seperti Panitia Pengawas Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dan juga linmas.

“Prosentase terbanyak pertama untuk honoranium memakan 50 persen dari total dana pilkada. Terbesar kedua untuk alat peraga kampanye dan ketiga untuk logistik,” jelasnya.

Honor akan dibayarkan untuk 85 anggota PPK ditambah 51 petugas sekretariat di 17 kecamatan. Sedangkan PPS, terdapat 258 anggota ditambah 258 sekretariat di 86 desa. Sementara jumlah tenaga di tingkat KPPS ada sebanyak 13.818 orang. Dan untuk linmas ada 3.948 orang yang bertugas di 1.974 tempat pemungutan suara (TPS) di Sleman.

Untuk besaran honor yang diberikan, Shidqi tidak menyebutkan. Pasalnya setiap kabupaten memiliki kemampuan yang berbeda-beda berdasarkan APBD masing-masing. “Nanti kalau saya bilang, takutnya menimbulkan kecemburuan dengan petugas dari kabupaten lain yang juga menyelenggarakan pilkada,” jelasnya.

Fasilitasi kampanye yang mulai pilkada tahun ini diberikan oleh KPU, membuat anggaran Pilkada semakin membengkak. Beberapa atribut yang akan difasilitasi di antaranya bahan kampanye, alat peraga kampanye, kampanye di media massa, serta pemberian fasilitasi debat sebanyak tiga kali di televisi. “Kalau dianggarkan ya sekitar Rp2 miliar,” ungkapnya.

Masing-masing calon gubernur tidak diperbolehkan memasang alat peraga kampanye sendiri kecuali membagikan mug, kaos, dan topi. “Semua difasilitasi total dari KPU kecuali yang mug atau topi gitu,” tandasnya. Sementara anggaran untuk logistik diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Meliputi surat suara, alat kelengkapan suara, dan juga paku. Untuk kotak dan bilik suara masih menggunakan sisa tahun lalu.

Ia memproyeksikan tahun ini ada enam pasangan calon gubernur yang akan meramaikan pilkada. Empat dari partai politik (parpol) dan dua dari jalur independen. Menurutnya, dana Rp22 miliar itu diperkirakan cukup untuk memfasilitasi Pilkada tahun ini. “Kalau kurang dari enam pasangan sih tidak masalah. Tapi kalau lebih, nanti bisa dibicarakan lagi dengan Pemda,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Sleman, Sofyan Setyo Darmawan mengatakan jika ternyata dana pilkada ternyata kurang, akan diupayakan tambahan anggaran di APBD Perubahan. Ia berharap agar anggaran sesuai dengan yang sudah dialokasikan dan direncanakan KPU. "Semoga penggunaan dan mekanisme pengadaan barang dan jasa untuk pilkada sesuai alokasi dan ketentuan," ungkapnya.

Ia menyambut positif adanya fasilitasi atribut kampanye bagi calon pasangan. Pasalnya hal itu membuat masing-masing pasangan tidak bersaing secara berlebihan. Atribut kampanye juga tidak menganggu pandangan di ruang publik dan terkesan tertib.