PEREDARAN BERAS PLASTIK : Bupati Perintahkan Cari Asal Usul Beras yang Diduga Palsu

Beras diduga plastik yang ditemukan warga Rongkop, Gunungkidul. (JIBI/Harian Jogja - Uli Febriarni)
24 Mei 2015 15:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Peredaran beras plastik sedang dilacak asal-usulnya.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan melakukan operasi pasar terkait dengan dugaan beras sitentis yang ditemukan warga. Selain itu, juga akan dilakukan penelusuran asal usul beras tersebut.

Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan tim dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Energi Sumber Daya Mineral untuk mengecek ke lokasi penemuan. Dia pun berjanji untuk mengusut tuntas masalah ini sehingga tidak lagi menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, sebab bisa menganggu kesehatan.

"Ini tidak bisa dibiarkan dan harus segera diselesaikan," kata Badingah kepada wartawan di Bangsal Sewokoprojo, Sabtu (23/5/2015).

Dia menjelaskan, guna memberikan rasa aman kepada masyarakat, pemkab akan melakukan dua upaya. Pertama, Badingah akan memerintahkan disperidagkop ESDM untuk melakukan operasi pasar. Langkah kedua yang akan dilakukan adalah dengan melakukan penelusuran terhadap asal usul
beras yang diduga palsu itu.

"Kita harus bisa melokalisirnya, sehingga kalau benar itu benar beras palsu maka penyebarannya tidak akan bisa meluas. Pokoknya cari sampai tuntas, dimana dan dari mana asal barang itu," kata Badingah.

Sementara itu, Kepala Seksi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Disperindagkop ESDM Gunungkidul Supriyadi mengatakan, pihaknya bersama- sama dengan pegawai dari provinsi kembali melakukan pemeriksaan ke lokasi ditemukannya beras yang diduga palsu di wilayah Duwet, Karangwuni, Kecamatan Rongkop. Kedatangan itu, guna mengambil sampel untuk dilakukan uji laborat.

"Tak hanya itu, kami juga sempat bertanya kepada warga, baik penemu maupun penjualnya. Kami bertanya seputar masalah asal usul beras itu," ujar Supriyadi.

Dia menegaskan, pihaknya belum bisa membuktikan apakah beras itu benar-benar palsu atau tidak. Sebab, sampel yang diambil baru akan diserahkan ke BPOM DIY Senin (25/5/2015) besok.

"Kemungkinan dalam beberapa hari hasilnya akan keluar. Jadi kita tunggu saja perkembangannya seperti apa," kata Supriyadi lagi.