HARIAN JOGJA HARI INI : Kuliah di Jogja Masih Oke

Harian Jogja Hari Ini Edisi Senin Wage, 25 Mei 2015 (JIBI/Harian Jogja - dok)
25 Mei 2015 10:40 WIB Mediani Dyah Natalia Jogja Share :

Harian Jogja Hari Ini Edisi Senin Wage, 25 Mei 2015

Kuliah di Jogja Masih Oke
JOGJA—DIY masih menjadi tempat yang menarik untuk kuliah. Banyaknya persoalan yang melibatkan mahasiswa dianggap tak terlalu mengganggu citra DIY sebagai salah satu tujuan utama untuk mengenyam pendidikan.

Sabda Raja : Belum Diperlukan Pihak Ketiga
JOGJA—Pakar Ilmu Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada (UGM) Bayu Dardias berpendapat belum diperlukan pihak ketiga untuk mengakhiri polemik Sabda Raja dan Dawuh Raja di internal Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

BERAS PLASTIK : Jokowi Minta Masyarakat Tenang
SOLO—Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat tidak termakan isu mengenai peredaran beras plastik. Presiden meminta temuan beras plastik di Bekasi, Jawa Barat, dan sejumlah daerah lain tidak ditanggapi berlebihan.

Makna Keris Harus Diluruskan : Sri Sultan HB X
Keris Sangat Erat Kaitannya dengan kultur Jawa, karena menyimpan keunggulan teknologi nenek moyang, era sejarah, nilai – nilai filosofi dan estetika. Konon, keris dalam wujud awalnya yang paling sederhana berupa wesi-budha sudah ada sejak tahun 700-an Masehi saat kejayaan Kerajaan Mataram Kuna. Keris atau curiga, yang merupakan bagian terpenting dalam kelompok tosan-aji, di masa silam adalah lambang status yang menyiratkan kewibaan seorang manusia Jawa. Menurut Babad Tanah Djawi, pertkembangan seni - keris juga terkait erat dengan sejarah timbul-tenggelamnya kerajaan di Tanah Jawa.

SEJARAH MATARAM DI TANAH JAWA : Paugeran Jawa dalam Perjanjen Merapi atau Tri Prasetya (Bagian pertama)
Sejarah panjang kerajaan Mataram tak bisa lepas dari berbagai sejarah sejumlah kerajaan lain yang pernah berdiri dan berkembang di Tanah Jawa. Minimnya catatan membuat banyak sejarah hilang tanpa banyak yang mengetahuinya. Padahal, sejarah yang hilang itu terkadang menyimpan kebenaran. Harian Jogja mencoba mengumpulkan dan memaparkan beberapa catatan dan referensi sejarah yang selama ini tak pernah muncul dan belum diketahui oleh masyarakat. Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Yudhi Kusdhiyanto.

PERTANIAN : Sundep Mengancam, Petani Waswas, PPL Angkat Tangan
BANTUL—Menghadapi musim tanam kedua, petani di Bantul merasa waswas terhadap ancaman hama penggerek batang padi atau sundep. Bahkan petani maupun Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) seolah tak berdaya menghadapi serangan hama yang selalu muncul tiap tahun itu.

REGULASI PANGAN : SNI Beras Dipercepat
JAKARTA – Pemerintah akan mempercepat pentahapan pemberlakuan wajib standar nasional Indonesia (SNI) untuk produk beras menyusul maraknya peredaran beras sintetis atau beras plastik di sejumlah daerah di Tanah Air.

KAPAL BANTUAN PEMERINTAH : Mesin Kapal Ternyata Hilang
WONOSARI—Penarikan empat kapal operasional search and rescue menyimpan sejumlah masalah. Selain belum juga ditarik Pemerintah Pusat, ternyata kini ada satu kapal yang kehilangan mesin berukuran 40 paarden kracht (pk).

BANDARA KULONPROGO : Pembangunan Bandara Bisa Ditunda
JOGJA-Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) RI yang membidangi infrastruktur bisa menunda (pending) pembangunan Bandara Internasional di Kulonprogo, DIY, jika proses pembebasan lahan warga belum diselesaikan oleh pemerintah daerah.

KETENAGAKERJAAN : Lulusan SMK Lebih Mumpuni
WATES—Sebanyak 5.605 siswa sekolah menengah atas dan kejuruan di Kulonprogo dinyatakan lulus tahun ini. Hasilnya, lulusan SMK lebih banyak masuk dunia kerja karena punya latar belakang kemampuan tertentu.

AFC Asia : Persipura Gagal Berlaga
JAKARTA- Persipura Jayapura dipastikan gagal melakoni laga babak 16 besar Piala AFC di Stadion Mandala, Papua, pada 26 Mei mendatang.

PENYAKIT MASYARAKAT : Tak Ada Gunting di Salon Plus
SLEMAN—Prostitusi terselubung berkedok salon masih marak di Sleman. Buktinya, sejumlah alat kontrasepsi jenis kondom ditemukan di beberapa salon saat jajaran Polsek Ngaglik, Sleman, menggelar razia penyakit masyarakat, Sabtu (23/5) petang. Dalam operasi, polisi menjaring tujuh orang kapster dan seorang lelaki yang menjadi pelanggan salon plus-plus itu.

Lebih lengkap Anda dapat membaca Harian Jogja edisi cetak. Dapatkan Harian Jogja dengan harga
Rp3.000 di agen terdekat.

Selamat membaca. Harian Jogja, berbudaya, Membangun Kemandirian.