PEREDARAN BERAS PLASTIK : Pemkab Belum Ambil Langkah Khusus

Beras yang diduga plastik dicoba dibakar. Hasilnya, beras yang diduga plastik berwarna hitam menggumpal seperti plastik, sedang beras biasa menjadi abu. (JIBI/Harian Jogja - Uli Febriarni)
27 Mei 2015 08:20 WIB Uli Febriarni Gunungkidul Share :

Peredaran beras plastik di Rongkop, Gunungkidul masih menunggu hasil uji laboratorium.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pemerintah Kabupaten masih belum bisa mengambil langkah lebih jauh terkait kasus penemuan dugaan beras plastik di Kecamatan Rongkop.

Pasalnya, hingga kini pihaknya masih belum mengetahui hasil uji laboratorium Balai Besar Pemeriksaan Obat dan Makanan Daerah Istimewa Yogyakarta (BBPOM DIY).

yang menunjukkan bahwa beras yang ditemukan di Rongkop belum lama ini, terbukti merupakan beras plastik.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Seksi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Pertambangan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Gunungkidul, Supriyadi, pada Senin (25/5/2015).

Pada Sabtu (23/5) yang lalu, ia mengungkapkan bahwa ia bersama BP2KP dan Disperindagkop UMKM kembali ke rumah warga yang dilaporkan memiliki beras plastik, untuk mengambil sampel. Tak hanya itu, mereka juga mengambil sampel beras sebanyak dua kilogram per merk beras, yang merupakan hasil produksi UD.Wijaya, Pati. Yakni C4 Super Rojo Lele, Matahari, dan Dewi Sri. Untuk kemudian diserahkan kepada BBPOM untuk dilakukan uji laboratorium.

"Kalau terbukti positif merupakan beras plastik, maka kami akan meminta UD.Wijaya untuk bertanggungjawab. Apabila tidak terbukti, bukan tidak mungkin UD.Wijaya akan menuntut balik Pak Sunarmo [warga Duwet, Karangwuni, Rongkop yang mengaku memiliki beras diduga terbuat dari plastik]," tuturnya.

Terpisah, Kepala BBPOM DIY, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengungkapkan pihaknya turut membantu pemerintah dalam urusan monitoring terkait isu beras plastik. Meski demikian ia enggan menerangkan lebih jauh mengenai sampel beras dari Rongkop tersebut.

Panit Humas Polres Gunungkidul, Iptu Ngadino menjelaskan, kepolisian juga masih harus menunggu hasil laboratorium, sehingga untuk sementara ini belum ada saksi yang diperiksa kaitannya dengan penemuan beras yang diduga beras plastik di Rongkop.

Namun, kini jajaran Polres Gunungkidul terus gencar melakukan penyelidikan di beberapa pasar tradisional atau tempat lain yang selama ini banyak pedagang beras.