MUSIM KEMARAU : Antisipasi Kekurangan, PDAM Akan Komersilkan Air Bersih

JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra KumalaSari mengisi air dan mencuci beras menggunaan air PDAM di dekat rusunawa Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Selasa (15/4). Sejumlah warga memanfaatkan air PDAM untuk memasak dan keperluan air minum dengan biaya Rp500 - 20 liter karena air tanah dikawasan tersebut asin.
29 Mei 2015 06:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Musim kemarau diantisipasi dengan komersilkan air bersih.

Harianjogja.com, BANTUL-Selain menyiapkan 4 truk tanki air, guna mengantisipasi meningkatnya permintaan masyarakat akan bersih saat musim kemarau, pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma juga menyiapkan stok air bersih untuk kepentingan komersil.

Hanya saja, jika untuk dropping air, pihak PDAM tak akan memungut biaya sepeser pun, tidak demikian halnya dengan pemanfaatan stok komersil.

Direktur PDAM Tirta Dharma Yudi Indarto menegaskan, di luar dropping, pihaknya memang menyiapkan tarif untuk kebutuhan air bersih masyarakat. Tarif yang disiapkannya pun beragam, yakni berkisar antara Rp100.000-Rp150.000 per tanki.

"Tergantung jarak rumah si pemesan," ucapnya saat dihubungi, Rabu (27/5/2015) siang.

Diakuinya, beberapa kecamatan di Bantul memang terbilang rawan kekurangan air bersih saat musim kemarau tiba. Dari catatannya, setidaknya ada 5 kecamatan yang setiap musim kemarau selalu mengalami kekeringan. Kelima kecamatan itu masing-masing adalah Sewon, Pajangan, Kasihan, Dlingo, dan Piyungan.

Untuk itu, selain menyiapkan stok tambahan air bersih yang bisa dipesan sewaktu-waktu, pihaknya juga berencana menambah kapasitas produksi air bersih yang difokuskan di 5 kecamatan itu. Hingga kini, pihaknya sudah melakukan optimalisasi operasional Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) itu di Kecamatan Pajangan.

"Di Jetis juga ada. Tak hanya menambah kapasitas produksi, kami juga akan tambah jam operasionalnya," akunya.

Sementara terkait dengan dropping air bersih, Kepala Bagian Produksi PDAM Tirta Dharma, Amiranta mengatakan, memasuki musim kemarau ini beberapa langkah akan dilakukan oleh PDAM. Empat unit tanki air yang disiapkannya, nantinya akan fokus untuk melayani wilayah-wilayah yang tak terjangkau oleh IPA

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pihaknya akan bekerja sama dengan BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten. Terkait dengan kuota, pihaknya belum bisa memastikannya. Pasalnya, hal itu hingga kini masih dikoordinasikannya dengan kedua instansi tersebut