PPDB 2015 : Internet "Byar Pet", 10 SMP di Sleman Tak Layani Sistem Online

29 Mei 2015 14:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

PPDB 2015 di Sleman, ada 10 sekolah yang tidak ikut sistem online

Harianjogja.com, SLEMAN-Tahun ajaran (TA) 2015-2016, 10 SMP Negeri di Kabupaten Sleman tidak melayani Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. Hal itu dikarenakan koneksi internet yang belum stabil.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman, Arif Haryono mengatakan, 10 SMP yang belum mampu melayani PPDB online terletak di Kecamatan Prambanan, Cangkringan, dan Tempel.

“Empat SMP di Prambanan, dua di Cangkringan, dan empat lagi di Tempel,” jelasnya pada wartawan di ruangannya, Kamis (28/5/2015).

Arif mengatakan, lokasi 10 sekolah yang terletak di daerah perbatasan memicu koneksi internet buruk. “Selain itu kalau di perbatasan, kuota siswa dari luar daerah yang harusnya hanya 20 persen jadi ada yang 25 atau bahkan 30 persen,” ungkapnya.

Tahun ajaran 2014-2015 lalu, sebanyak 29 SMP di Sleman sudah melakukan PPDB online dan tahun ini meningkat menjadi 44 sekolah dari total 54 SMP negeri yang ada.

Ke depan, agar semua SMP dapat melayani PPDB online, Disdikpora akan semakin giat melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah yang bersangkutan.

PPDB online untuk SMP akan dilaksanakan mulai 6-8 Juli. Sedangkan untuk SMA, pelaksanaanya mulai 1-3 Juli. Untuk SMA, semua SMA Negeri di Kabupaten Sleman telah membuka pendaftaran menggunakan jalur online. “Seluruh SMA Negeri yang berjumlah 17 sekolah sudah online,” tegasnya.

Terkait persyaratan PPDB tingkat SMP, Arif menjelaskan bahwa seleksi berdasarkan nilai tiga mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Adapun untuk masuk SMA berdasarkan nilai hasil Ujian Nasional (UN) matapelajaran Bahasa Indonesia, matematika, IPA, dan Bahasa Inggris.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Prambanan, Agus Dwiyono mengatakan, sekolahnya memang tidak melayani PPDB online untuk tahun ini. “Sejauh dinas [Disdikpora] menunjuk kami siap. Internet juga siap meski terkadang byar pet,” kata Agus.

Pada prinsipnya, pihaknya siap jika Disdikpora menunjuk sekolahnya untuk melaksanakan PPDB online. Hanya saja hal itu masih mempertimbangkan sekolah lain di kecamatan Prambanan yang belum mampu menggunakan sistem PPDB online.