JALUR MUDIK LEBARAN 2015 : Jalan Daendels Kulonprogo Diperlebar

30 Mei 2015 18:20 WIB Kulonprogo Share :

Jalur mudik lebaran 2015 mulai dipersiapkan salah satunya dengan pelebaran Jalan Daendels Kulonprogo

Harianjogja.com, KULONPROGO – Menyambut arus mudik Lebaran, perbaikan jalur Daendels mulai dilakukan di wilayah Kecamatan Galur. Selain pelebaran jalan, petugas pelaksana proyek juga melakukan perbaikan gorong-gorong.

Sepanjang jalan daendels dari simpang tiga Ngepos dilakukan pengalihan arus. Pelebaran jalan di wilayah dilakukan sejauh 2,3 kilometer dengan penambahan lebar satu meter hingga 1,5 meter. Proyek tersebut dbiayai APBN 2015 dengan nilai kontrak mencapai Rp14,3 miliar.

Salah satu pelaksana proyek dari PT Suradi Sejahtera Raya Anang Rifky mengungkapkan, berdasarkan rencana yang ditetapkan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V, proyek yang dilaksanakan di wilayah Kulonprogo menyasar jalan alternatif dari Bugel, Galur hingga ke wilayah Srandakan, Bantul.

“Untuk Kulonprogo proyek sudah dimulai sejak bulan lalu. Jalan yang dilebarkan dari semula hanya enam meter ini menjadi tujuh meter,” ujar Rifky saat ditemui di lokasi proyek, Jumat (29/5/2015).

Menurut Rifky, proyek perbaikan jalan dan pelebaran jalan merupakan upaya untuk menyambut arus mudik Lebaran mendatang. Jalur daendels merupakan jalur alternatif yang menjadi jalur utama para pemudik, baik yang akan menuju Jogja maupun ke kota-kota di wilayah barat seperti Jawa Barat hingga Jakarta.

Ia memastikan, hingga menjelang perayaan Hari Raya Lebaran, perbaikan jalan ditargetkan 80% sudah dapat dilalui.

“Harapannya, Lebaran nanti [kondisi  jalan] sudah dapat dilalui dengan lancar. Besok [hari ini] kami akan mulai pengaspalan,” jelas Rifky.

Perbaikan gorong-gorong atau saluran air juga dilakukan di empat titik. Rifky mengungkapkan, titik perbaikan gorong-gorong yakni, di depan kantor Kecamatan Galur, depan Balaidesa Kranggan, di wilayah Dusun Bantengan I dan Dusun Bantengan II. Perbaikan tersebut dilakukan, karena selama ini saluran air di wilayah tersebut kurang berfungsi dengan baik.

“Beberapa gorong-gorong tidak lancar. Bahkan, salah satu gorong-gorong di Dusun Bantengan II sama sekali tidak berfungsi. Saluran pipa kuno sudah penuh dengan material, sehingga perlu dilakukan penggantian agar saluran air untuk persawahan juga lancar,” papar Rifky.

Akibat pelaksanaan proyek tersebut, arus lalu lintas di sepanjang jalan tersebut cukup mengganggu pengguna jalan. Bahkan, tampak sejumlah kendaraan berat seperti truk harus memutar dan mencari jalan lain untuk menuju ke arah barat, ataupun sebaliknya.

Susilo, 56, salah satu pengendara sepeda motor mengungkapkan, setiap hari melewati jalur tersebut. Dia mengaku, cukup terganggu sejak pelebaran jalan dilakukan.

“Kalau pas jalan ditutup, saya harus memutar dulu cari jalan lain agar tidak terjebak antrian. Terganggu, tapi mau bagaimana lagi. Jalan memang sedang dalam perbaikan,” ungkap Susilo.