WISATA LEBARAN 2015 : Wisatawan Tersengat Ubur-ubur Dapat Segera Diatasi

Salah satu anggota Tim SAR Pantai Kukup, Eko SUprihatin menunjukkan salah satu ubur/ubur yang masih hidup.
20 Juli 2015 00:20 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Wisata lebaran 2015 di Bantul diwarnai dengan serangan ubur-ubur.

Harianjogja.com, BANTUL- Wisawatan Pantai Parangtritis mengeluh tentang minimnya pengumuman serangan ubur-ubur. Pada Minggu (19/7/2015), setidaknya terdapat 100 korban yang tersengat ubur-ubur, mayoritas korban anak-anak.

Komandan SAR pantai Parangtritis Ali Sutanto mengatakan, pada Minggu hingga sore hari lebih dari 100 wisatawan yang tersengat ubur-ubur. Jumlahnya lebih banyak bila ditambah liburan pada Sabtu (18/7/2015). Pengobatan yang dilakukan hanya diberi cuka makan.

"Sama efeknya dengan cabai untuk menghilangkan rasa gatal," tutur Ali Sutanto, Minggu (19/7/2015).

Namun bila kondisi korban ubur-ubur memburuk seperti sesak nafas, maka segera ditangani oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. Dinas Kesehatan membuka posko yang menyatu dengan Posko SAR selama musim libur Lebaran.

"Sejauh ini ada dua yang ditangani Dinas Kesehatan karena mengalami sesak nafas," paparnya lagi.

Menurut Ali, hewan ubur-ubur kerap bermunculan saat musim kemarau dengan suhu dingin seperti sekarang. Kondisi tersebut menurutnya terjadi di sepanjang pantai selatan DIY.

Terkait keluhan wisatawan mengenai minimnya informasi bahaya ubur-ubur laut, petugas SAR lainnya Rio Pradana mengatakan, petugas telah berkali-kali menyampaikan pengumuman lewat pengeras suara agar wisatwan menghindari hewan ubur-ubur.

Kemungkinan kata dia, tidak semua wisatawan mendengar pengumuman lantaran pengeras suara hanya tersebar di dua titik.

"Sebenarnya kurang pengeras suara hanya ada dua, minimal perlu empat. Jadi sudah diumumkan berkali-kali mungkin banyak yang tidak mendengar," terang Rio.