HARGA KEBUTUHAN POKOK : Harga Daging Ayam di Kulonprogo Masih Rp40.000

Ilustrasi pedagang daging ayam (JIBI/Solopos - Antara)
23 Juli 2015 00:21 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Harga kebutuhan pokok untuk komoditas ayam di Kulonprogo masih tinggi, Rp40.000 per kilogram

Harianjogja.com, KULONPROGO-Harga daging ayam justru semakin melambung setelah lebaran. Sejak H+2 lebaran, harganya naik dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram (kg).

Hasil pantauan Harian Jogja di Pasar Wates, Kulonprogo, Rabu (22/7/2015), harga daging ayam masih bertahan Rp40.000 per kg. Sejumlah pedagang mengaku telah mendengar informasi mengenai penurunan harga. Namun, mereka belum berani mengurangi harga dagangannya.

“Mungkin besok sudah mulai turun. Ini kayaknya mau turun Rp500,” kata Ketut I Kasih, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Wates.

Kasih mengaku mengalami kerugian akibat kenaikan harga tersebut. Menurutnya, daya beli konsumen jadi menurun. “Ikut susah juga. Biasanya bisa jual lebih dari dua kuintal. Sekarang cuma 1,5 kuintal,” ujarnya.

Sementara itu, Armi, warga Pengasih, Kulonprogo juga mengeluhkan tingginya harga daging ayam. Dia bahkan mencoba melakukan tawar-menawar harga dengan pedagang tapi tidak berhasil. “Biasanya paling Rp30.000 tapi ini masih mahal dan belum boleh ditawar,” ungkap Armi.

Meski demikian, Armi hanya bisa pasrah dan tetap membeli beberapa kilogram daging ayam. Dia lalu berharap, harganya bisa segera turun dan kembali normal. “Saya jualan makanan. Meski harga bahan-bahan pokok naik, saya tidak bisa langsung ikut menaikkan harga dagangan,” ucap perempuan berusia 50 tahun itu.

Kondisi berbeda terjadi pada daging sapi. Harganya sudah mulai turun meski masih cenderung tinggi. “Sebelum lebaran kemarin naik jadi Rp120.000. Sekarang harganya Rp110.000,” kata Yuli, pedagang daging sapi di Pasar Wates.

Menurut Yuli, stok daging sapi sebenarnya cukup melimpah. Kenaikan harga menjelang lebaran lebih dipengaruhi oleh melonjaknya permintaan konsumen. “Besok Minggu paling sudah normal lagi, sekitar Rp98.000 sampai Rp100.000 per kg,” ujarnya.