Advertisement
MUSIM KEMARAU : Kebakaran Rawan Terjadi
Advertisement
Musim kemarau harus diwaspadao. Sebab cuaca ini dapat mengakibatkan kebakaran.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Masyarakat diminta waspada terhadap ancaman kebakaran saat musim kemarau. Hingga saat ini, sejak awal tahun sudah ada 12 lokasi kebakaran di wilayah Gunungkidul.
Advertisement
Kepala Unit Pelaksana Teknis Kebakaran Gunungkidul Diyono mengatakan, ancaman kebakaran tidak hanya terjadi di kawasan perumahan, karena musibah itu juga sering terjadi di area lahan milik warga. “Untuk sekarang memang belum ada kebakaran lahan, tapi ada baiknya warga terus berhati-hati dan waspada,” kata Diyono kepada wartawan, Kamis (6/8/2015).
Dia menjelaskan, faktor utama kebakaran lahan bukan dikarenakan faktor alam, melainkan lebih banyak disebabkan kelalaian manusia. Pasca-pembakaran sisa aktivitas, warga seringkali lupa untuk mematikan sehingga memicu kebakaran lebih luas.
“Kebakaran seperti ini banyak terjadi di Playen dan Karangmojo, di mana di wilayah itu banyak ditemukan tanaman tebu,” tuturnya.
Menurut dia, baik itu kebakaran lahan maupun rumah harus bisa dihindari, terutama saat musim kemarau. Embusan angin yang kencang serta kesulitan mendapatkan air membuat upaya pemadaman jadi semakin sulit, sehingga kerugian yang diderita bisa tambah banyak.
“Jika dibutuhkan, kamis siap memberikan bantuan pemadaman. Tapi akan lebih baik jika warga ikut mengantisipasi dengan terus waspada,” katanya lagi.
Diyono menambahkan, hingga sekarang ada 12 kasus kebakaran. Sementara di tahun lalu, ada 32 kebakaran dengan jumlah kerugian mencapai Rp487.500.000. “Untuk kebakaran rumah, korsleting menjadi penyebab utama,” ungkapnya.
Saat ini di UPT Kebakaran Gunungkidul memiliki tiga unit mobil pemadam, serta sebuah mobil untuk penyuplai air. Diyono mengungkapkan, guna menambah kewaspadaan dan pelayanan kepada masyarakat, akan membangun posko pemantauan di Karangmojo dan Paliyan. nantinya di masing-masing posko akan dilengkapi satu unit mobil pemadam.
“Kami targetkan selesai di 2017. Untuk posko di Karangmojo membawahi kecamatan Semin, Karangmojo dan Semanu, sedang posko di Paliyan membawahi zona sebelah barat Gunungkidul,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Sutaryono mengakui pemadaman api saat musim kemarau lebih sulit. Kondisi ini terjadi karena adanya embusan angin serta stok persediaan air yang menipis.
“Oleh karena itu, kami minta warga untuk terus berhati-hati, sehingga musibah kebakaran bisa diminimalisir,” ujar Taryono.
Dia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan UPT Kebakaran saat terjadi musibah. Biasanya para petugas akan datang ke lokasi untuk melakukan pendataan mengenai penyebab hingga kerugian materi yang ditimbulkan. “Tak hanya itu, kami juga akan memberikan bantuan logistik kepada seluruh korban,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
BPJS Ketenagakerjaan Beri Keringanan Iuran 50 Persen Bagi Pekerja BPU
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
Advertisement
Advertisement




