Advertisement

KISAH UNIK : Gerusan Bebatuan Karst Membentuk Lafadz Allah

Uli Febriarni
Sabtu, 12 September 2015 - 11:10 WIB
Mediani Dyah Natalia
KISAH UNIK : Gerusan Bebatuan Karst Membentuk Lafadz Allah

Advertisement

Kisah unik kali ini mengenai fenomena alam.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Fenomena alam terjadi di sebuah lembah batu kars di Desa Wisata Ngingrong, Mulo, Wonosari. Warga menjumpai gerusan batu karst yang bertuliskan lafadz Allah, dalam tulisan arab.

Advertisement

[caption id="attachment_641843" align="alignleft" width="370"]http://images.solopos.com/2015/09/Twitter-fjr.jpg">Screenshot halaman akun twitter yang menggambarkan tebing Desa Wisata Ngingrong, Mulo, Wonosari, yang diduga memiliki gerusan karst berbentuk lafadz 'Allah'.(JIBI/Harian Jogja/Uli Febriarni)http://images.solopos.com/2015/09/Twitter-fjr-370x246.jpg" width="370" height="246" /> Screenshot halaman akun twitter yang menggambarkan tebing Desa Wisata Ngingrong, Mulo, Wonosari, yang diduga memiliki gerusan karst berbentuk lafadz 'Allah'.(JIBI/Harian Jogja/Uli Febriarni)[/caption]

Lafadz itu nampak jelas terlihat pada batu berukuran besar. Hal tersebut pertama kali dilihat oleh Oktiawan Setia Budi salah satu pengembang usaha Pokdarwis Desa Wisata Mulo beberapa waktu yang lalu.

Pada Jumat (11/9/2015), Budi menuturkan sebelumnya ia pernah mendengar obrolan santai mahasiswa UNY yang pernah berkunjung ke Ngingrong. Salah satu mahasiswa mengatakan jika tebing Ngingrong membentuk lafadz 'Allah'.

Foto tersebut diposting dalam akun twitter @fjrhr, dengan nama pemilik Fajar H. Yang berdomisili di ' Yogyakarta (bagian nggunung)'. Pada postingan foto, ia menyertai dengan kicauan 'dalanku sliwar-sliwer ng ra sadar nek ono koyo ngene subhanaallah @TentangGK'.

Budi melanjutkan, karena merasa penasaran ia langsung membuktikan sendiri dengan memotret menggunakan kamera telepon genggam. Dari hasil foto ia menilai bahwa lafadz sangat terlihat jelas.

Menurut Budi, terjadinya fenomena itu dalam ilmu pengetahuan karena adanya proses pengikisan pada tebing karst yang sudah terjadi beberapa tahun lamanya, hanya saja masyarakat umum kurang menghayati kalau ada lafadz 'Allah'.

Ia memperkirakan lafadz 'Allah' di tebing tersebut akan bertahan hingga beberapa tahun ke depan. Meski demikian, ia menerangkan, fenoma itu hanya bisa dilihat pada musim kemarau, karena jika di musim penghujan, tebing akan mulai tertutup tumbuhan.

"Sepertinya tebing berlafadz 'Allah' itu teguran bagi masyarakat, sebab sangat disayangkan jika objek wisata malah dipergunakan untuk sarana mesum ataupun tindakan yang tidak bermanfaat. Kalau ada lafadz 'Allah' mereka jadi takut," jelasnya.

Salah satu warga Mulo, Lia (14) mengatakan, saat pertama kali melihat foto itu merasa penasaran.

Setelah dicermati ternyata benar ada tulisan lafadz 'Allah' tertulis jelas di dinding tebing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop

Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop

News
| Sabtu, 04 April 2026, 15:57 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement