Advertisement

Seorang Lansia Tiba-tiba Meninggal saat Dipijat di Salon

Sunartono
Rabu, 16 September 2015 - 16:20 WIB
Nina Atmasari
Seorang Lansia Tiba-tiba Meninggal saat Dipijat di Salon

Advertisement

Seorang lansia tiba-tiba meninggal saat dipijat oleh kapster di sebuah salon di Sleman

Harianjogja.com, SLEMAN - Seorang lanjut usia (Lansia) tewas di bilik salah satu salon yang berlokasi di Jalan Gito Gati Ruko 10 Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Rabu (16/9/2015) siang. Peristiwa itu terjadi saat korban WG, 71, warga Ngaglik, Sleman itu sedang menjalani pemijatan oleh terapis salon tersebut.

Advertisement

Petugas Dokkes Polda DIY bersama tim identifikasi Polres Sleman melakukan olah tempat kejadian perkara di dalam bilik berukuran 1,5 x 2,5 meter. Salon itu memiliki tiga bilik permanen yang disekat dengan papan kayu bercat hijau daun. Di tiap bilik terdapat kasur busa kecil berada di bawah lantai. Di kasur itulah korban ditemukan meninggal dunia.

Korban datang ke salon dengan jalan kaki dan tiba sekitar pukul 11.00 WIB. Langsung masuk ke dalam kamar dan minta untuk dipijat. Tetapi sebelum dimulai pemijatan, korban sempat masuk ke kamar mandi.

"Di kamar mandi itu sepertinya bagian bawahnya  diolesi minyak, tapi saya tidak tahu itu minyak apa," ungkap Rini yang juga terapis salon itu saat ditemui di lokasi, Rabu (16/9).

Rini mengakui dirinya yang melayani korban saat meminta dipijat. Bahkan korban menunggunya beberapa menit saat dirinya belum datang. Saat mulai memijat, korban sempat membuka pakaiannya. Tetapi dia menyarankan agar tidak perlu membuka baju dengan alasan pemijatan bisa dilakukan dengan masih berpakaian.

Hanya saja korban tetap menginginkan bajunya dibuka dan ia pun tak kuasa menolak lagi. "Saya tanya, arep ngopo to mbah kok dibuka? [Mengapa bajunya dibuka], Lha pijat nek ra dibuka yo ra penak [Kalau tidak dibuka, tidak enak pijatya]," ucap Rini saat menirukan pembicaraan dengan korban.

Pemijatan yang disertai dengan kerokan baru berjalan sekitar 15 menit korban tiba-tiba berbalik dengan telentang. Beberapa menit kemudian korban tiba-tiba meninggal dunia. Rini pun panik dengan meminta bantuan teman-temannya di salon serta warga sekitar lokasi.

"Sempat nggelebak [berbalik] dua kali setelah itu lalu sudah tidak ada [meninggal], saya panik," kata wanita yang baru dua pekan bekerja sebagai terapis ini.

Kanit Reskrim Polsek Ngaglik AKP Alexander Putra menegaskan, hasil pemeriksaan dokter korban meninggal karena sakit jantung. Di sekitar TKP pihaknya menemukan beberapa obat seperti obat batuk, obat flu serta salah satu jenis obat kuat yaitu srongpas ginseng.

"Tapi semua obat itu masih utuh, belum dikonsumsi, kami bawa ke Polsek untuk barang bukti," terangnya.

Setelah dievakuasi jenazah korban lalu dibawa ke RSUP Sardjito. Pihaknya memeriksa sejumlah saksi terutama karyawan salon serta terapis yang melayani korban. "Dugaan kami karena serangan jantung," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak

Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak

News
| Sabtu, 04 April 2026, 17:07 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement