Advertisement

Warga Pakelrejo Resah dengan Aktivitas Majelis Tafsir Al Quran Tak Berizin

Bhekti Suryani
Selasa, 20 Oktober 2015 - 17:20 WIB
Nina Atmasari
Warga Pakelrejo Resah dengan Aktivitas Majelis Tafsir Al Quran Tak Berizin

Advertisement

Warga Pakelrejo, Piyaman, Wonosari keberatan dengan aktivitas pengajian Majelis Tafsir Al Qur-an (MTA) Pakelrejo

Harianjogja.com, BANTUL - Puluhan warga Pakelrejo, Piyaman, Wonosari mengepung sebuah rumah milik Supoyo. Warga keberatan dengan aktivitas pengajian Majelis Tafsir Al Qur-an (MTA) Pakelrejo yang dilakukan pemilik rumah bersama sejumlah pengikut, karena dianggap meresahkan

Advertisement

Dari pantauan di lokasi, sejak pukul 16.00 WIB hingga sekitar satu setengah jam, warga dengan pemilik rumah melakukan dialog dengan perwakilan warga. Proses dialog mendapat pengawalan ketat aparat keamanan dari Kepolisian.

Situasi dialogĀ  berlangsung panas, pasalnya sejumlah warga ikut masuk ke dalam ruangan dialog dan berteriak-teriak meminta pemilik rumah dan Ketua MTA, Syamsul Bahri menghentikan aktivitas mereka yang dianggap meresahkan warga sekitar. Negosiasi berlangsung alot.

Salah seorang warga yang berada di lokasi, Agus mengungkapkan bahwa selama ini warga sudah cukup bersabar dengan kehadiran MTA. Pemilik rumah sudah diperingatkan untuk menghentikan aktivitas pengajian yang digelar tanpa izin yang sudah sudah dilakukan selama setahun terakhir. Namun peringatan warga tak juga digubris dan pengajian tetap juga berlangsung.

Sementara itu salah seorang anggota MTA, Waluyo warga Tegalrejo, Gari, Wonosari, ia merasa ketakutan dengan kedatangan puluhan warga tersebut. Meski demikian, ia mengaku pasrah.

Dihubungi terpisah, ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gunungkidul, Iskanto belum dapat berkomentar banyak, sebelum pihaknya bertemu langsung dengan pihak MTA, warga dan instansi terkait, termasuk Muspika dan Forkominda Gunungkidul.

Pada dasarnya, FKUB menginginkan situasi yang damai, dan setiap agama bisa berkembang dengan baik, diiringi toleransi, dan saling menghargai.

FKUB akan bertemu langsung dengan warga dan ingin mengetahui alasan warga menunjukkan keberatan.

"Kita ingin mengetahui secara jelas, jangan sampai persoalan keresahan warga hanya dikarenakan faktor suka dan tidak suka semata," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop

Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop

News
| Sabtu, 04 April 2026, 15:57 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement