Advertisement

BENCANA GUNUNG MERAPI : BPBD Sleman Sebut Masih Ada 40 Juta Meter Kubik Material di Puncak Merapi

Bernadheta Dian Saraswati
Jum'at, 20 November 2015 - 12:20 WIB
Nina Atmasari
BENCANA GUNUNG MERAPI : BPBD Sleman Sebut Masih Ada 40 Juta Meter Kubik Material di Puncak Merapi

Advertisement

Bencana Gunung Merapi masih mengancam warga Sleman

Harianjogja.com, SLEMAN- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman memperkirakan, material Merapi saat ini masih tersisa 40 juta meter kubik sehingga potensi http://jogja.solopos.com/baca/2015/11/20/bencana-merapi-hujan-lebat-di-sleman-utara-waspada-banjir-lahar-merapi-662646" target="_blank">banjir lahar hujan masih cukup mengancam.

Advertisement

"Kita siagakan 13 EWS [early warning system] untuk memantau. Selain itu juga ada dua kamera CCTV di perbatasan Turgo-Kemiri dan Kali Tengah," kata Kabid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Sleman, Heru Saptono, Kamis (19/11/2015).

13 EWS dipasang di Kali Boyong tepatnya di Dusun Turgo, Kemiri, dan Pulowatu. Kali Gendol di Dusun Tangkisan, Kali Tengah Lor, Srunen, Bronggang, dan Jambon. Sementara untuk Kali Opak dipasang di Dusun Kuwang, Argomulyo.

Ia mengatakan, hujan lebat yang berpotensi mengakibatkan banjir lahar adalah dengan curah hujan di atas 30 milimeter per jam. Adapun titik rawan banjir lahar dingin seperti di Desa Purwobinangun, Pakem; Argomulyo, Cangkringan; dan Sindumartani, Ngemplak.

Butuh Dukungan Sarpras

Koordinator relawan Saluran Komunikasi Sosial Bersama (SKSB) Kepuharjo, Supriyadi mengatakan guna meningkatkan kewaspadaan dini akibat hujan deras, pihaknya rutin melakukan pemantauan dengan melihat situasi dan kondisi di lapangan.

Seperti saat mendung, relawan memantau titik rawan banjir lahar dingin dan menginformasikan pada penambang untuk segera naik.

SKSB memiliki sarana dan prasarana (sarpras) seperti senter dan radio. "Pengadaannya kini dilakukan secara mandiri karena senter bantuan pemerintah kondisinya sudah rusak," kata dia.

Menurutnya sarpras yang masih perlu ditingkatkan adalah lampur sorot untuk titik-titik rawan. Seperti di Jembatan Kepuharjo yang tidak ada penerangan sehingga kondisinya pada malam hari sangat gelap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan

Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan

News
| Sabtu, 04 April 2026, 07:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement