Advertisement

NATAL 2015 : Stok Daging Sapi Berkualitas Sulit Didapat, Harga Daging Sapi Stabil Tinggi

Sabtu, 19 Desember 2015 - 06:20 WIB
Mediani Dyah Natalia
NATAL 2015 : Stok Daging Sapi Berkualitas Sulit Didapat, Harga Daging Sapi Stabil Tinggi

Advertisement

Natal 2015 untuk kebutuhan daging sapi masih tersedia.

Harianjogja.com, BANTUL - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bantul melakukan pemantauan kecukupan bahan pangan. Stok beras aman hingga musim panen tahun depan, sementara stok daging relatif terjaga meskipun dikisaran harga tinggi.

Advertisement

Pemantauan tidak saja dilakukan pada sektor bahan pangan pokok tapi juga daging. Pemantauan ketersediaan daging sapi dilakukan di salah satu peternakan dan tempat penyembelihan hewan ternak di Segoroyoso. Hasilnya, ketersediaan daging sapi relatif aman kendati peternak mengaku memiliki kesulitan pasokan sapi potong yang berkualitas baik.

Saat ini daging sapi bertengger diharga Rp105.000 per kilo gram. Kisaran harga itu dinilai stabil tinggi. Tri menjelaskan, untuk menjaga kestabilan pasokan daging diperlukan penanganan secara mikro sistemik, baik pada wilayah produksi hingga distribusi.

"Kita butuh penanganan yang tertata untuk menjaga stabilitas ketersediaan daging, karena kebutuhan daging sapi terus meningkat sementara pasokan tidak seimbang sehingga pedagang kerab terpaksa mendatangkan sapi-sapi dari luar daerah," kata Tri Saktiyana, kepala Bappeda Kabupaten Bantul, Jumat (18/12/2015).

Penanganan yang bersifat mikro sistemik itu, lanjut Tri meliputi validasi data populasi ternak, edukasi peternak dan pengembangan investasi industri peternakan. Beberapa poin tersebut dipandang penting untuk menjaga stabilitas ketersediaan daging di wilayah Bantul.

"Dari data populasi ternak sapi saat ini sebanyak 52.000 dengan jumlah pemotongan sekitar 30 ekor per hari, apakah itu benar perlu divalidasi datanya, selain itu banyaknya peternak sapi yang menjadikan sapi sebagai klangenan tidak menjual jika tidak butuh uang, hal itu juga membuat ketersediaan daging sapi menjadi tidak stabil," katanya.

Ketua Paguyuban Dagang Sapi Segoroyoso (PDSS) Ilham Jayadi menjelaskan kenaikan harga daging sapi di Bantul terjadi sebanyak dua kali sampai saat ini. Yakni saat lebaran mengalami kenaikan sebesar Rp4.000 dan awal Desember kemarin mengalami kenaikan Rp6.000. Kenaikan harga terjadi rata-rata karena tidak ada stok sapi di lapangan. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan tindakan agar stok sapi di wilayah Bantul terjaga.

"Pemerintah perlu mengedukasi para peternak, agar stok daging terjaga," katanya.

Secara garis besar laju insflasi daerah di Kabupaten Bantul pada tahun 2015 relatif terjaga dengan baik. Posisinya berada dibawah angka inflasi nasional dan dibawah angka inflasi DIY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop

Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop

News
| Sabtu, 04 April 2026, 15:57 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement