Advertisement
KEISTIMEWAAN DIY : Hari Jadi DIY Masih Dikaji, Ini Opsi Tanggal yang Diajukan
Advertisement
Keistimewaan DIY masih TIM MASIH MENGKAJI HARI JADI DIY Oleh Luqman Hakim
Harianjogja.com, JOGJA - Tim Perumus Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta masih melakukan pengkajian beberapa pilihan tanggal yang akan ditetapkan sebagai hari jadi daerah itu.
Advertisement
"Kami masih menjaring masukan dari berbagai pihak untuk menentukan tanggal yang tepat," kata Ketua Tim Perumus Hari Jadi DI Djoko Suryo usai acara "Ekspose Penelusuran Hari Jadi DIY" di ruang Pracimosono, Kantor Kepatihan Yogyakarta seperti dilansir dari Antara Selasa (29/12/2015).
Selain tim perumus, acara itu juga mengundang tokoh masyarakat serta unsur satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DIY.
Menurut Djoko, meski masih menerima masukan dari berbagai pihak, perumusan hari jadi DIY yang telah dimulai sejak awal 2015 hingga kini telah mencapai 80 persen. Setelah selesai, rumusan itu akan menjadi usulan draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Hari Jadi DIY.
"Paling lambat Januari 2016 kami targetkan sudah selesai dan akan diusulkan dalam Raperda," kata Guru Besar Sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.
Menurut dia, dari opsi 11 tanggal yang sebelumnya diusulkan di Tim Perumus, telah mengerucut menjadi lima tanggal, dan saat ini telah dikerucutkan kembali menjadi dua tanggal yang dipandang paling sesuai untuk direkomendasikan menjadi pilihan hari jadi DIY.
13 Maret
Dua tanggal tersebut yakni 13 Maret 1755 yang bertepatan dengan momentum Sultan HB I ketika memproklamasikan berdirinya Nagari Dalem Kasultanan Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat.
Menurut Djoko Suryo, pertimbangan memilih tanggal itu karena menandai berdirinya pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan segala komponennnya, meski istana pada saat itu belum berdiri.
"Sekaligus menandakan lahirnya semangat membangun tatanan masyarakat dan negara-kerajaan yang menggunakan konsep Ngayogyakarta atau Yogyakarta (negeri yang makmur dan tenteram)," kata dia.
5 September
Tanggal yang kedua yakni 5 September 1945 yang merujuk pada peristiwa Amanat 5 September 1945. Dalam amanat itu dinyatakan bahwa daerah Kasultanan Yogyakarta adalah bagian Republik Indonesia dengan kedudukan sebagai Daerah Istimewa yang bersifat kerajaan dari NKRI.
"Tanggal itu merupakan awal DIY dipimpin oleh Dwi Tunggal Sri Sultan dan Sri Paku Alam," kata Djoko.
17 Maret
Sementara itu, Pengageng Tepas Dwarapura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Jatingrat mengatakan dari pilihan tanggal yang ditawarkan, pihaknya lebih setuju jika 17 Maret dipilih sebagai tanggal hari jadi DIY.
Alasannya, menurut dia, tanggal tersebut bertepatan dengan momentum yang sakral dan istimewa karena saat itu Sultan HB I meletakkan pondasi Nagari Ngayogyakarta yang dilanjutkan oleh putra-putranya hingga HB IX.
"Sejak semula saya memang memilih tanggal itu. Itu yang paling istimewa dan tidak ada pembandingnya," kata Jatiningrat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
BPJS Ketenagakerjaan Beri Keringanan Iuran 50 Persen Bagi Pekerja BPU
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
Advertisement
Advertisement




