Advertisement

KEISTIMEWAAN DIY : Hari Jadi DIY Masih Dikaji, Ini Opsi Tanggal yang Diajukan

Redaksi Solopos
Rabu, 30 Desember 2015 - 05:20 WIB
Mediani Dyah Natalia
KEISTIMEWAAN DIY : Hari Jadi DIY Masih Dikaji, Ini Opsi Tanggal yang Diajukan

Advertisement

Keistimewaan DIY masih TIM MASIH MENGKAJI HARI JADI DIY Oleh Luqman Hakim

Harianjogja.com, JOGJA - Tim Perumus Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta masih melakukan pengkajian beberapa pilihan tanggal yang akan ditetapkan sebagai hari jadi daerah itu.

Advertisement

"Kami masih menjaring masukan dari berbagai pihak untuk menentukan tanggal yang tepat," kata Ketua Tim Perumus Hari Jadi DI Djoko Suryo usai acara "Ekspose Penelusuran Hari Jadi DIY" di ruang Pracimosono, Kantor Kepatihan Yogyakarta seperti dilansir dari Antara Selasa (29/12/2015).

Selain tim perumus, acara itu juga mengundang tokoh masyarakat serta unsur satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DIY.

Menurut Djoko, meski masih menerima masukan dari berbagai pihak, perumusan hari jadi DIY yang telah dimulai sejak awal 2015 hingga kini telah mencapai 80 persen. Setelah selesai, rumusan itu akan menjadi usulan draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Hari Jadi DIY.

"Paling lambat Januari 2016 kami targetkan sudah selesai dan akan diusulkan dalam Raperda," kata Guru Besar Sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Menurut dia, dari opsi 11 tanggal yang sebelumnya diusulkan di Tim Perumus, telah mengerucut menjadi lima tanggal, dan saat ini telah dikerucutkan kembali menjadi dua tanggal yang dipandang paling sesuai untuk direkomendasikan menjadi pilihan hari jadi DIY.

13 Maret
Dua tanggal tersebut yakni 13 Maret 1755 yang bertepatan dengan momentum Sultan HB I ketika memproklamasikan berdirinya Nagari Dalem Kasultanan Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat.

Menurut Djoko Suryo, pertimbangan memilih tanggal itu karena menandai berdirinya pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan segala komponennnya, meski istana pada saat itu belum berdiri.

"Sekaligus menandakan lahirnya semangat membangun tatanan masyarakat dan negara-kerajaan yang menggunakan konsep Ngayogyakarta atau Yogyakarta (negeri yang makmur dan tenteram)," kata dia.

5 September

Tanggal yang kedua yakni 5 September 1945 yang merujuk pada peristiwa Amanat 5 September 1945. Dalam amanat itu dinyatakan bahwa daerah Kasultanan Yogyakarta adalah bagian Republik Indonesia dengan kedudukan sebagai Daerah Istimewa yang bersifat kerajaan dari NKRI.

"Tanggal itu merupakan awal DIY dipimpin oleh Dwi Tunggal Sri Sultan dan Sri Paku Alam," kata Djoko.

17 Maret

Sementara itu, Pengageng Tepas Dwarapura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Jatingrat mengatakan dari pilihan tanggal yang ditawarkan, pihaknya lebih setuju jika 17 Maret dipilih sebagai tanggal hari jadi DIY.

Alasannya, menurut dia, tanggal tersebut bertepatan dengan momentum yang sakral dan istimewa karena saat itu Sultan HB I meletakkan pondasi Nagari Ngayogyakarta yang dilanjutkan oleh putra-putranya hingga HB IX.

"Sejak semula saya memang memilih tanggal itu. Itu yang paling istimewa dan tidak ada pembandingnya," kata Jatiningrat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Ketegangan Memanas, Upaya Damai Iran dan AS Mentok

Ketegangan Memanas, Upaya Damai Iran dan AS Mentok

News
| Sabtu, 04 April 2026, 13:57 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement