Advertisement
PENATAAN KAWASAN MALIOBORO : Haruskah Konsep Penataan Malioboro Diubah?
Advertisement
Penataan kawasan Malioboro dianggap amburadul,
Harianjogja.com, JOGJA- Anggota Komisi C DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai menilai perencanaan penataan Malioboro kurang baik.
Advertisement
(Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/01/18/penataan-kawasan-malioboro-sabar-penataan-malioboro-masih-diamati-tunggu-hasilnya-682021" target="_blank">PENATAAN KAWASAN MALIOBORO : Sabar, Penataan Malioboro Masih Diamati, Tunggu Hasilnya)
Titik Nol Kilometer misalnya, menurut dia daripada sekadar diganti pelapisnya, akan lebih menarik bila dikembalikan seperti aslinya di zaman dulu dengan air mancur sebagai tetenger.
Selain itu sebagai magnet wisata Jogja, menurutnya akan lebih baik bila Malioboro bisa menjadi etalase kebudayaan Jogja. Konsep kawasan pejalan kaki secara berkala menjadi solusi yang efektif agar wisatawan bisa menikmati budaya Jogja yang tersaji di sepanjang Malioboro.
“Sayangnya sekarang konsepnya agak tidak jelas. Harus tahu Malioboro mau dibuat apa dulu, kalau misalnya mau oleh-oleh dan belanja ya dijadikan sentra batik dan makanan khas,” ujar dia, Minggu (18/1/2016).
Meski begitu, Anton mengatakan tak perlu mengubah konsep dari awal. Dia menilai penataan yang sudah ada saat ini masih sangat berpeluang untuk diperbaiki arahnya dengan menetapkan lagi konsep yang diinginkan.
“Pengelolaannya kan ada di Pemda DIY dan Pemkot Jogja. Harus ada koordinasi antara keduanya agar tidak malah tumpang tindih dan menyia-nyiakan anggaran,” tandas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
Advertisement
Advertisement





