Advertisement
Gangguan Cuaca, Petani Ikan Nila di Sleman Terancam Rugi
Advertisement
Gangguan cuaca berupa panas yang berlebih membuat petani ikan nila di Sleman terancam merugi.
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN — Sejumlah petani ikan nila di Sleman terancam mengalami kerugian, menyusul matinya benih ikan mereka akibat tidak tahan dengan gangguan cuaca.
Salah satu petani nila di Dusun Kaliwaru, Selomartani, Kalasan, Kasiman mengatakan sekitar 50 persen dari total 50.000 benih ikan nila miliknya mati akibat gangguan cuaca dan jamur.
“Benih rentan dan tidak tahan terhadap cuaca panas. Sedikit demi sedikit mati," katanya, Selasa (26/1/2016).
Menurut dia, matinya benih ikan nila yang dialaminya terjadi sejak November lalu. Padahal bulan-bulan ini semestinya masuk masa panen raya. Akibat gangguan cuaca, petani ikan tidak bisa memanen hasilnya dan mengalami kerugian besar. Kerugian terbesar dialami petani untuk biaya pakan.
“Sebelum tebar benih, kami sudah keluar modal besar. Mulai pengolahan tanah dan pemupulan dasar. Air yang kami prediksi mengalir, tiba-tiba menghilang. Tahun-tahun sebelumnya tidak sampai separah ini," keluhnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Kelompok Tani Ikan Mina Raya Kaliwaru, Selomartani, Kalasan, Sri Hartono. Menurut dia, cuaca panas tidak hanya berdampak pada proses pembenihan saja tetapi juga pada proses budidaya ikan nila.
“Hujan memang turun, tapi sifatnya hanya lokal-lokal saja. Ini yang menyebabkan distribusi air kurang lancar. Kami hanya dapat jatah air satu kali seminggu padahal ikan butuh banyak air,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





