7.444 Siswa di Gunungkidul Belum Tersentuh Program MBG
Sebanyak 7.444 siswa di Gunungkidul belum menerima Program Makan Bergizi Gratis. Dinas Pendidikan menyebut keterbatasan sebaran SPPG menjadi kendala utama.
Rumah Susun Sederhana Sewa atau Rusunawa yang dibangun oleh Kementerian Perumahan Rakyat, di Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Senin (4/1/2016). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Rusunawa Karangrejk masih belum diserahkan pada Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Masyarakat Gunungkidul diminta tidak mudah percaya dengan adanya isu bahwa segelintir oknum bisa memesan lokasi di Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Karangrejek.
Pasalnya hingga sekarang, bangunan itu masih menjadi milik Pemerintah Pusat, sedangkan Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pekerjaan Umum sedang melakukan kajian untuk menyiapkan regulasi penggunaan tempat tersebut.
Kepala Seksi Bangunan Gedung dan Perumahan Bidang Cipta Karya DPU Gunungkidul Purwo Susanto mengaku tidak tahu adanya oknum yang memperjualbelikan Rusunawa Karangrejek. Dia pun merasa heran keberadaan isu tersebut karena hingga sekarang belum ada proses serah terima dari kementerian ke Pemkab.
“Yang mau dipesan itu apa? wong bangunannya saja masih milik pusat,” kata Purwo saat dihubungi Harian Jogja, Minggu (31/1/2016).
Dia pun meminta kepada masyarat untuk tidak mudah percaya dengan isu itu, karena nanti bisa menjadi korban penipuan, yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan kekacauan di lokasi tersebut. Selain belum ada penyerahan dari pemerintah, Pemkab juga masih melakukan kajian bagaimana cara mengelola ke depannya seperti apa.
Purwo mengakui kajian yang dilalui baru sebatas melakukan studi banding ke wilayah lain seperti Bantul, Sleman, Kota Jogja yang terlebih dahulu melakukan pengelolaan. Kajian lanjutan difokuskan untuk membuat regulasi dalam pengelolaan, sedang pendataan hingga penempatan masih lama. “Timnya saja belum ada, mana mungkin tempat itu sudah bisa dipesan,” katanya lagi.
Ia mengimbau warga yang menemukan oknum yang coba memperjualbelikan rusunawa tersebut agar melapor ke DPU atau Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Gunungkidul. “Intinya jangan mudah percaya. Kalau ada informasi itu silahkan laporkan, kami siap memberikan penjelasan,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 7.444 siswa di Gunungkidul belum menerima Program Makan Bergizi Gratis. Dinas Pendidikan menyebut keterbatasan sebaran SPPG menjadi kendala utama.
UGM mulai menerapkan penjenuhan cairan basa dengan air kapur di lokasi fenomena api Seyegan, Sleman. Metode ini ditujukan untuk menekan bakteri Clostridium.
Ingin anak lebih mandiri? Simak enam kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan orangtua setiap hari untuk menumbuhkan tanggung jawab dan rasa percaya diri anak.
Kelompok Wanita Tani (KWT) Tangguh di Padukuhan Kadipiro, Margodadi, Seyegan telah menerapkan metode bebas sangkar untuk ternak ayam mereka (cage free farm).
Pemkab Batang memperluas program seragam gratis ke SD dan SMP swasta. Anggaran Rp3,8 miliar disiapkan untuk menjangkau sekitar 23.000 siswa baru.
Media Vietnam memuji kenaikan ranking FIFA Timnas Indonesia ke posisi 118 dunia. Garuda meraih tambahan 12,25 poin usai mengalahkan Oman dan Mozambik.