PEMULANGAN ANGGOTA GAFATAR : Sudah Beli Lahan di Menpawah, Mantan Gafatar Ingin Asetnya Dikembalikan

Sejumlah anggota eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) menurunkan barang bawaan seusai turun dari Bus di pendopo kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (29/1/2016). (JIBI/Antara Foto - Yusuf Nugroho)
02 Februari 2016 09:27 WIB Sleman Share :

Pemulangan anggota Gafatar, anggotanya yang telah membeli lahan di Menpawah Kalimantan Barat, ingin asetnya dikembalikan

Harianjogja.com, SLEMAN- Sejumlah warga eks Gafatar berharap pemerintah melindungi aset yang mereka tinggalkan di Menpawah, Kalimantan Barat. Sebagian juga meminta agar kepemilikan aset berupa tanah di sana dapat dikembalikan.

CN warga Gedongtengen Jogja berharap, aset perumahan dan lahan pertanian milik warga eks Gafatar di Menpawah dilindungi. Alasannya, lahan garapan tersebut merupakan hak warga eks Gafatar yang selama ini digunakan untuk bertani. "Kami membelinya. Itu aset kami. Kalau perlu, aset itu dikembalikan kepada kami," ujarnya kepada Harian Jogja, Minggu (31/1/2016).

CN sendiri mengaku menggarap lahan tersebut selama tiga bulan. Selain menanam sayur-sayuran, warga eks Gafatar di sana juga menanam padi. Untuk sayur-sayuran, warga eks Gafatar pernah menikmati hasil panennya. "Kalau padi, baru akan panen akhir Januari ini. Sebelum panen, kami justru diusir," kata CN.

Menurutnya, pengusiran dari wilayah yang digarap warga eks Gafatar tersebut hanya dilakukan oleh segelintir orang. Sementara masyarakat lainnya hanya ikut-ikutan dan dibayar Rp100.000 per orang.

"Kami tidak ada masalah dengan warga Desa Pasir, tetangga desa kami. Bahkan mereka menyesal ikut melakukan pembakaran. Kalau tahu kayak gini, saya nggak mau dibayar Rp100.000 mas," cerita CN, menirukan pengakuan warga setempat.

Setelah terusir dari Menpawah, CN mengaku bingung mengisi aktivitasnya. Untuk sementara, CN mengaku akan kembali ke orangtuanya. "Kebetulan ayah kerja di travel agent, sementara di sana dulu," akunya.