TANAH LONGSOR KULONPROGO : Longsor Susulan Saat Warga Kerja Bakti, Kepala Dusun Meninggal Dunia Tertimbun Tanah

Seorang pengendara sepeda motor melintasi jalan yang menjadi lokasi longsor di wilayah Dusun Nglinggo Timur, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo, Rabu (3/2/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI - Harian Jogja)
03 Februari 2016 17:06 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Tanah longsor kulonprogo memakan korban seorang kepala dusun yang sedang bekerja bakti

Harianjogja.com, KULONPROGO-Tiga orang warga tertimbun longsor di wilayah Dusun Nglinggo Timur, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo, Rabu (3/2/2016).

Satu korban sekaligus kepala dusun setempat bernama Tukijo, 58 tahun, dinyatakan meninggal dunia. Korban lain berhasil diselamatkan meski satu orang harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates karena mengalami luka parah.

Informasi yang dihimpun Harian Jogja, kejadian tersebut bermula dari longsornya tebing setinggi 10 meter di ruas jalan Pasar Plono menuju area perkebunan teh di Nglinggo Timur pada Selasa (2/2/2015) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Puluhan warga kemudian menggelar kerja bakti untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan pada Rabu pagi, mulai pukul 07.00 WIB.

Kerja bakti sebenarnya sudah hampir selesai pada sekitar pukul 08.30 WIB. Saat warga sedang berusaha memperbaiki drainase di tepi jalan, longsor susulan tiba-tiba datang. Warga langsung berteriak dan berlari menjauh.

Namun, Tukijo dan dua korban lain, yaitu Rebin dan Wagiran gagal menyelamatkan diri sehingga tertimbun longsor. Beberapa saat kemudian, warga segera melakukan evakuasi sembari menunggu bantuan dari pemerintah.

Wagiran beruntung karena hanya terkubur bagian kaki hingga pinggang sehingga mengalami luka ringan berupa lecet di kaki kiri. Rebin yang tertimbun tanah sedalam 40 sentimeter lalu menyusul ditemukan. Tukijo yang terpendam lebih dalam ditemukan beberapa menit kemudian dan diperkirakan sudah meninggal dunia.

“Waktu terjadi longsor susulan, posisi Pak Dukuh [Tukijo] membelakangi tebing dan memakai helm sehingga mungkin tidak dengar saat warga berteriak. Awalnya kakinya yang tertimbun sehingga jatuh telungkup lalu badannya juga tertimbun,” papar Darto, salah satu warga yang ikut kerja bakti pagi itu.